Kompas.com - 09/02/2015, 15:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com –
Label informasi nilai gizi (ING) pada kemasan pangan nampaknya jarang dilirik konsumen sebelum membeli. Padahal, membaca ING dapat membantu konsumen membatasi asupan gula, garam, dan lemak.

ING biasanya terdapat pada bagian samping maupun belakang dari produk kemasan dalam bentuk tabel. ING atau yang juga ditulis Nutrition Facs pada sejumlah produk ini memuat kandungan bahan makanan, seperti gula, garam, lemak, kolesterol, kalsium, vitamin A, protein, hingga karbohidrat total.

Kasubdit Standarisasi Pangan Khusus Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Yusra Egayanti menjelaskan, hal pertama yang perlu diperhatikan saat membaca label makanan adalah takaran saji (serving size).

Takaran saji yaitu berat atau volume makanan untuk satu kali konsumsi. Misalnya untuk makanan ditulis 35 gram atau 4 sendok makan. Adapun untuk cairan ditulis dalam ml. Dalam satu takaran saji itulah mengandung sekian lemak, kolesterol, gula, dan sebagainya.

“Kalau mau membandingkan produk mana yang gulanya lebih banyak misalnya,  lihat dulu takaran sajinya. Takaran sajinya harus sama, jadi apple to apple,” terang Ega beberapa waktu lalu di Jakarta.

Kemudian, di bawah tulisan takaran saji terdapat jumlah sajian per kemasan misalnya dalam satu kemasan mengandung lebih dari takaran saji. Barulah setelah itu, dicantumkan kandungan zat gizi atau nutrisi per sajian.

 Zat gizi yang wajib dicantumkan yaitu, energi total, lemak total, protein, karbohidrat total, natrium (garam). Namun, jika kandungan gula, garam, dan lemak kurang dari 1 gram per saji biasanya tidak dicantumkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, di bagian kanan table terdapat % AKG (angka kecukupan gizi). AKG dalam persen dicantumkan untuk membantu memberikan informasi berapa kebutuhan nutrisi yang terpenuhi dari produk tersebut. Pada catatan kaki, biasanya dituliskan informasi bahwa perhitungan AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal.

Konsumen pun perlu memperhatikan klaim label produk yang misalnya menyebut, “rendah lemak”, “bebas lemak”, “bebas gula” hinga “rendah natrium”. Ega menjelaskan, produk dikatakan rendah energi jika mengandung 40 kalori per saji, rendah gula jika kurang dari 5 gram per 100 gram, dan dikatakan rendah garam jika mengadung 120 mg per 100 gram.

Untuk Anda yang memiliki hipertensi atau darah tinggi, perhatikanlah jumlah garam per saji. Begitu pula dengan yang memiliki diabetes agar memilih makanan maupun minuman yang rendah gula atau tanpa gula sama sekali.

Untuk diingat, batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemkes) per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula, 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gram (5 sendok makan minyak).

“Jadi dengan cermat membaca informasi nilai gizi diharapkan dapat membatasi asupan kebutuhan gizi untuk menghindari terkena penyakit tidak menular yang biasanya disebabkan oleh kebanyakan konsumsi gula, garam, dan lemak,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.