Kompas.com - 12/03/2015, 13:10 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jalan kaki menjadi salah satu olah raga yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Cukup memiliki sepatu yang nyaman (dan tentu saja diperuntukkan untuk jalan) dan Anda siap melakukannya dimana saja dan kapan saja. 

Selain mudah, melakukan jalan kaki secara rutin akan memberi pengaruh positif bagi tubuh. Bagi diabetesi (atau khawatir untuk mengalaminya di kemudian hari), jalan kaki menjadi salah satu latihan yang layak dipertimbangkan.

Latihan ini, seperti disebutkan George King, MD, penulis The Diabetes Reset, akan memperbaiki kemampuan tubuh dalam mengontrol glukosa darah. Tidak hanya selama latihan saja, efeknya bahkan bisa bertahan hingga 48 jam setelahnya.

Bila dilakukan terus menerus, jalan kaki juga akan membantu memangkas kelebihan berat badan. Agar hasil pembakaran lebih optimal dan latihannya lebih efektif, ada sejumlah trik yang dapat dilakukan saat  mengayunkan langkah kaki Anda.

Gunakan monitor denyut jantung. Dengan alat ini, ibaratnya, Anda seperti memiliki pelatih sendiri yang akan menjaga intensitas optimal Anda (sekitar 75 persen dari denyut jantung maksimal) saat berlatih. "Alat ini pun dapat mendorong Anda, bila jalannya sudah mulai melambat,” terang Theresa Iknoian, penulis Fitness Walking
 
Gunakan pedometer. Pedometer ini sudah mudah dijumpai dengan harga yang bervariasi. Sehingga memudahkan Anda untuk memilih, dan tentu saja menggunakannya.

Menggunakan pedometer akan membantu Anda mengetahui jumlah langkah yang dilakukan saat olah raga jalan kaki, maupun dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian menunjukkan, mereka yang menggunakan pedometer, berjalan sekitar 2.000 langkah setiap harinya. Aplikasi seperti Pedometer++ dan Accupedo juga memiliki efek penyemangat serupa.

 
Bergulir dengan bola kaki. Maksudnya, saat sedang berjalan, ayunkan kaki dengan menggulirkan bagian seperti bola yang ada di telapak kaki, dari tumit menuju ke jari kaki. Untuk kemudian melakukan tolakan dengan jari kaki. 

Mudahnya, kata Iknoian, bayangkan ketika Anda sedang mencoba melepaskan permen karet yang menempel di sol sepatu. Cara ini sekaligus juga memberikan latihan pada otot betis dan hamstring yang terlibat dalam gerakan tersebut. 
 
Pandangan lurus ke depan. Saat berjalan, selalu pastikan pandangan Anda lurus ke depan dan tidak menunduk. "Ketika kepala terangkat, dada akan terbuka sehingga Anda bisa bernapas lebih dalam,” urai Mark Fenton, assosiate profesor di Tufts University dan penulis The Complete Guide to Walking for Health, Weight Loss, and Fitness.
 
Postur tegak. Pastikan telinga dan bahu berada tepat sejajar di atas pinggul agar otot inti dalam ikut terlibat. Manfaat lainnya dari berdiri tegak adalah akan membuat Anda terlihat lebih langsing secara instan dan membuat Anda merasa lebih berenergi. 
 
Jaga agar kepalan tangan terasa longgar. Mengepalkan tangan terlalu kuat hanya akan membuang-buang energi yang bisa digunakan untuk menambah kekuatan jalan Anda. 
 
Ayunkan tangan. Menurut Lee Scott, pelatih maraton di Toronto, Kanada, saat berjalan, tangan sebaiknya menjangkau hingga ke pertengahan dada saat mengayun ke atas serta menyentuh pinggul ketika mengayun ke bawah. 
 
Kencangkan bokong. "Selalu sadar teknik ini ketika berjalan guna mengontraksikan otot besar di bagian belakang kaki,” saran Scott. 
 
Langkahkan pendek-pendek saja. Ayunan langkah kaki yang lebih panjang hanya akan membuat cara berjalan Anda lebih bergoyang yang dapat meningkatkan risiko cedera pada sendi. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.