Kompas.com - 14/04/2015, 11:12 WIB
- -
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial

Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah pembunuh wanita nomor 1 (satu) di dunia. Tercatat bahwa di Indonesia, sekitar 20 wanita setiap harinya meninggal karena kanker serviks. Padahal jika diketahui sejak stadium dini, kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan dapat disembuhkan dibandingkan jenis kanker lainnya.

Kanker serviks merupakan keganasan pada bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang sanggama (vagina). Perubahan sel normal pada serviks menjadi sel kanker memakan waktu sekitar 10-20 tahun, sehingga sebetulnya masih ada kesempatan cukup lama untuk mendeteksi dan menanganinya sebelum benar-benar menjadi kanker serviks.

Sebanyak 99.7% kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik tipe risiko tinggi. Kurang lebih 50% orang yang sudah aktif secara seksual, sekali dalam hidupnya pernah terinfeksi HPV, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, wanita yang melakukan hubungan seksual pertama pada usia muda (16-21 tahun) dan mempunyai banyak pasangan seks, merupakan kelompok yang sangat rentan dan berisiko tinggi terinfeksi HPV. Dan, adanya infeksi HPV onkogenik tipe risiko tinggi yang menetap perlu mendapat perhatian sebagai penyebab kanker serviks. Berikut ini kelompok berisiko mengalami infeksi HPV yang menetap tersebut, antara lain : wanita berusia di atas 30 tahun, perokok, penderita gangguan sistem kekebalan tubuh (seperti AIDS), dan peminum steroid (seperti pada penderita Systemic Lupus Erythematosus).

Pada stadium awal, kanker serviks seringkali tidak segera menunjukkan gejala yang khas atau bahkan tidak bergejala. Sejalan dengan berkembangnya kanker, bisa menimbulkan gejala seperti perdarahan setelah senggama, keputihan atau keluar cairan encer dari vagina, perdarahan setelah menopause, dan keluar cairan kekuningan berbau serta bercampur dengan darah. Sayangnya, saat gejala itu muncul, tingkat kesembuhannya sudah sangat kecil. Padahal, bila bisa terdeteksi sejak stadium awal, masih ada peluang kesembuhan yang tinggi.

Meski tidak bergejala, kanker serviks stadium awal bisa dideteksi melalui pemeriksaan rutin berikut ini:

1. Pap Smear

Pap smear merupakan suatu tes sederhana untuk memeriksa kesehatan serviks dengan cara mengambil sel-sel pada serviks guna mengetahui ada atau tidaknya sel-sel abnormal. Saat ini tersedia dua metode pap smear, yakni konvensional (metode lama) dan sitologi serviks berbasis cairan (metode baru). Metode baru memberikan hasil yang lebih jelas, dan dalam satu sampel dapat digunakan untuk pemeriksaan HPV DNA. Sitologi serviks berbasis cairan (SSBC) tersebut dapat dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. HPV DNA

HPV DNA merupakan pemeriksaan molekuler untuk mengetahui ada atau tidaknya HPV risiko tinggi pada sel-sel yang diambil dari serviks. Bila diketahui ada HPV risiko tinggi dalam sampel tersebut, maka segera berkonsultasi ke dokter. Saat ini pemeriksaan HPV DNA dengan metode Hybrid capture II yang telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration(FDA) untuk pemeriksaan rutin deteksi infeksi HPV, telah tersedia di Laboratorium Klinik Prodia.

Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin kanker serviks secara berkala, dengan ketentuan:

  • Tiga tahun setelah hubungan seksual pertama, apabila hasilnya normal selanjutnya dilakukan rutin setahun sekali.
  • Setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter, apabila terdapat hasil yang tidak normal.
  • Setiap tahun dan dianjurkan selain pap smear ditambah pemeriksaan HPV DNA, karena pada usia di atas 30 tahun risiko infeksi HPV menetap meningkat.

Selain bermanfaat untuk memantau kesehatan, pemeriksaan secara rutin juga lebih hemat biaya, bila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan selama menjalani pengobatan kanker stadium lanjut, akibat tidak pernah memantau kesehatan.

Selama bulan April 2015, Laboratorium Klinik Prodia mengajak masyarakat untuk mewaspadai kanker serviks dan memberikan penawaran khusus bagi Anda yang melakukan pemeriksaan SSBC dan HPV DNA High Risk (HC). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Laboratorium Klinik Prodia cabang terdekat atau kunjungi www.prodia.co.id. (adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Retinoblastoma
Retinoblastoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.