Kompas.com - 19/05/2015, 08:15 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Menguji kekuatan genggaman tangan bisa menjadi cara mudah dan murah untuk mengidentifikasi apakah kita beresiko terkena serangan jantung, stroke, atau kematian prematur.

Kesimpulan itu didapatkan lewat penelitian yang melibatkan 140.000 orang dewasa yang menjalani tes genggaman tangan. Partisipan berusia 35-70 tahun yang berasal dari 17 negara. Kesehatan mereka diikuti selama 4 tahun.

Setiap penurunan kekuatan genggaman tangan sebanyak 5 kilogram dikaitkan dengan penurunan 16 persen risiko kematian karena berbagai sebab. Penurunan tersebut juga terkait dengan peningkatkan risiko kematian akibat penyakit nonjantung.

Meski penelitian ini menemukan kaitan, tapi bukan sebab akibat. Walau begitu, para ahli mengatakan bahwa kekuatan genggaman tangan bisa menjadi cara untuk memprediksi kematian prematur. Bahkan dianggap lebih efektif ketimbang bacaan tekanan darah.

Hubungan antara kekuatan genggaman tangan dan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian prematur ini juga tetap kuat meski para peneliti memasukkan faktor lain, seperti usia, kebiaaan merokok, minum alkohol, dan olahraga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber WEBMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.