Kompas.com - 02/07/2015, 15:15 WIB
EditorLusia Kus Anna

Pernikahan dini

Ketidakoptimalan konseling pranikah menimbulkan kerentanan terjadi perceraian, apalagi jika pernikahan terjadi di usia remaja saat kemampuan kognitif, mental emosional, dan psikososial calon pengantin belum matang.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pendidikan Syariah Kemenag Mochtar Ali mengingatkan, pernikahan dini harus dicegah karena tak sesuai dengan tujuan agama melindungi jiwa. "Pernikahan dini membahayakan pelaku karena mengancam kesehatan, ekonomi, dan kebahagiaan," katanya.

Masyarakat terjebak pemikiran bahwa hukum agama tak membatasi usia minimal perkawinan sehingga saat puber dianggap layak menikah. Padahal, batas usia matang pernikahan dalam hukum agama bisa diserap dari nilai yang dianut masyarakat sehingga dapat berubah sesuai zaman. "Usia matang nikah di Indonesia kini sekitar 25 tahun. Di usia itu, mereka biasanya lulus sekolah, bekerja, dan berpikir dewasa," ujarnya.

Kepala Bidang Aliran dan Pelayanan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan Kemenag Kustini mengatakan, pernikahan dini sulit dilacak karena umumnya dilakukan siri atau kawin gantung. Namun, riset Kemenag membuktikan perempuan yang menikah dini tersiksa dan tak bahagia.

"Mayoritas perempuan nikah dini mengira perkawinan bukan untuk seumur hidup, tapi berakhir jika perjanjian antarorangtua pasangan selesai," ujarnya. (DNE/MZW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.