Kompas.com - 22/09/2015, 10:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Konsumsi obat herbal sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia. Belakangan ini banyak tawaran pengobatan penyakit diabetes yang diklaim bisa menyembuhkan. Meski demikian masyarakat harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat herbal.

Meski menggunakan kata "herbal" belum tentu obat yang dikonsumsi tersebut aman. Salah satu yang harus diwaspadai adalah interaksi herbal dengan obat medis.

"Selama kita tahu mekanisme obat dari dokter dan herbal tidak sama, ya tidak apa-apa diminum dua-duanya. Tapi kalau ternyata fungsi kedua obat sama harus hati-hati agar dosisnya tidak menjadi dua kali lipat," kata dr.Aris Wibudi, Sp.PD, dalam diskusi dengan media mengenai diabetes di Jakarta (21/9/15).

Walau kebanyakan dokter tidak merekomendasikan pasiennya menggunakan obat herbal, tetapi menurut Aris tidak ada salahnya mencoba obat herbal. Namun, meski menggunakan obat herbal sebaiknya pasien tetap melakukan pengecekan kadar gula darah secara terukur dan tidak melepaskan obat-obatan dari dokter.

"Tetap juga harus berkonsultasi ke dokter. Kalau saya meminta pasien saya minum herbal tak lebih dari dua minggu, setelah itu cek lagi efektivitasnya," ujarnya.

Aris mengatakan, seorang dokter yang tidak pernah belajar tentang herbal sebaiknya jangan mengomentari tentang pengobatan herbal. "Demikian juga dengan herbalis kalau tidak pernah belajar kedokteran medis jangan menggunakan istilah-istilah medis. Alangkah baiknya kalau dokter dan herbalis bekerja sama," katanya.

Mengenai pengobatan penyakit diabetes, ia menegaskan bahwa selain mengonsumsi obat-obatan diabetes pasien juga diharapkan mengubah pola hidupnya sehingga kadar gula darah terkendali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengaturan pola makan dan juga aktivitas fisik adalah pilar pengobatan diabetes yang perlu dijalankan. "Aktivitas fisik harus teratur 5 kali dalam seminggu masing-masing sekitar 30-45 menit untuk membentuk massa otot yang proporsional dan membakar lemak," katanya.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Alergi Obat
Alergi Obat
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.