Kompas.com - 11/12/2015, 11:09 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Selama ini, pola makan  yang kaya produk turunan susu, terutama susu itu sendiri, dikatakan dapat mengurangi risiko patah tulah dan osteoporosis.

Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam British Medical Journal  mengungkapkan,  bahwa asupan tinggi susu justru dikaitkan dengan risiko patah tulang dan kematian  yang lebih tinggi  pada pria dan wanita.

Studi tersebut mengatakan, bahwa asupan tiga atau lebih gelas susu sehari mungkin bisa berbahaya, alih-alih memberi manfaat kesehatan.

Susu mengandung 18 dari 22 nutrisi penting. Hubungan antara  kalsium dan vitamin D dalam susu dan pentingnya mereka dalam menjaga kesehatan tulang telah lama dipromosikan dalam pendidikan gizi, terutama dalam hal perkembangan anak.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) merekomendasikan dosis harian 3 cangkir susu untuk mendukung kesehatan yang baik dan meningkatkan massa tulang. Disebutkan, asupan tiga atau empat gelas susu sehari dapat menghemat setidaknya 20 persen dari biaya perawatan kesehatan yang berhubungan dengan osteoporosis.

Selain itu, selama ini susu juga dipercaya dapat:

-Menjaga tekanan darah tetap normal.

-Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe-2.

-Mencegah kanker usus besar.

-Menyediakan protein untuk pertumbuhan massa otot.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.