Kompas.com - 03/02/2016, 12:34 WIB
Kentang ShutterstockKentang
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Andrew Taylor (36), seorang pria asal Melbourne, Australia bertekad hanya akan makan kentang selama satu tahun untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatannya.

Sejauh ini, Taylor mengaku berat badannya telah turun 11 kilogram. Untuk menambah cita rasa, sesekali Taylor menambahkan saus dan bumbu pada hidangan kentangnya. Kentang itu juga dimasak tanpa minya atau tidak digoreng.

Taylor mengaku akan makan kentang sebanyak mungkin agar ia tidak kelaparan. "Saya menikmatinya. Ini luar biasa dan saya baik-baik saja. Saya juga berolahraga dan penuh energi," kata Taylor.

Ia juga telah melakukan tes darah dan mengklaim hasil kesehatannya cukup baik. Ayah satu anak itu selalu mempublikasikan pengalamannya ini di media sosial.

Namun, para ahli medis tidak setuju dengan diet ketat yang dijalani Taylor. Menurut dokter, dalam jangka panjang, Taylor berisiko terkena gangguan di usus hingga kanker usus.

"Tidak ada satu makanan yang bisa memberikan Anda semua nutrisi yang dibutuhkan untuk menopang tubuh Anda," ujar dokter Joanna McMillan.

Menurut dia, Taylor memang akan mendapat banyak karbohidrat dari kentang. Tetapi, ia tidak mendapat lemak, protein, dan segala nutrisi yang dibutuhkan. Jika Taylor hanya makan kentang, ia akan kekurangan zat besi, seng, kalsium, yodium, lemak omega-3, antioksidan, dan sejumlah vitamin.

"Dia juga tidak mendapat cukup serat, kecuali dia juga makan kulit kentang. Jadi dia rentan terkena sembelit dan mungkin wasir," lanjut Joanna.

Meski demikian, Taylor tetap tidak sependapat. Menurut Taylor dietnya aman dilakukan dan sudah berkonsultasi dengan ahli gizi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.