Kompas.com - 05/02/2016, 10:19 WIB
Petugas melakukan pengasapan di pemukiman padat di kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2016). Pengasapan oleh puskemas setempat tersebut sebagai upaya mengantisipasi demam berdarah dengue (DBD) yang kembali marak karena perubahan cuaca. KOMPAS/PRIYOMBODOPetugas melakukan pengasapan di pemukiman padat di kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2016). Pengasapan oleh puskemas setempat tersebut sebagai upaya mengantisipasi demam berdarah dengue (DBD) yang kembali marak karena perubahan cuaca.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Nyamuk Aedes Aegypti sangat mudah beraksi ketika manusia sedang tidur. Begitu pula sebaliknya, untuk pembasmian nyamuk penyebab demam berdarah dengue itu, sebaiknya dilakukan saat nyamuk sedang beristirahat. Kapan waktunya?

Peneliti Perubahan Iklim dan Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) DR. Budi Haryanto, SKM, MSPH, MSc mengungkapkan, nyamuk Aedes Aegypti aktif pada pukul 08.00-11.00 dan sekitar pukul 14.00-17.00. Pada waktu aktif itulah nyamuk beraksi mengigit manusia.

“Jadi harusnya fogging sebelum itu, atau di antara waktu aktif dia mengigit. Pas nyamuk istirahat. Kalau diserang pas jamnya aktif dia lagi sehat, larinya kencang. Kalau ada suara penyemprotan langsung lari,” jelas Budi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/2/2016).

Fogging atau pengasapan biasanya akan dilakukan setelah dalam suatu lingkungan didapati seorang pasien demam berdarah dengue (DBD).

Menurut Budi, waktu dilakukannya fogging harus segera mungkin, yaitu satu atau dua hari setelah dilaporkan ada pasien DBD.

“Nyamuk itu bisa tiga sampai lima hari sekali mengigitnya. Jadi jangan kelamaan, harus uber-uberan dengan nyamuk yang mengigit lagi,” kata Budi.

Dengan begitu, fogging dapat mengenai target utama, yaitu nyamuk dewasa yang telah membawa virus Dengue. Jika dilakukan dengan benar, fogging dapat membantu mencegah munculnya pasien DBD baru.

Untuk menghindari penyebaran lebih luas, Budi juga mengimbau masyarakat yang terkena demam untuk segera periksa ke rumah sakit dan memastikan apakah terkena virus Dengue.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
PENYAKIT
Rahim Turun
Rahim Turun
PENYAKIT
Dystocia
Dystocia
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.