Kompas.com - 27/02/2016, 12:07 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Brigadir Petrus Bakus, anggota Satuan Intel dan Keamanan Kepolisian Resor Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memutilasi Fabian (5) dan Amora (3), anak kandungnya, Jumat (26/2). Hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga mengidap skizofrenia.

Menurut pengakuan istri pelaku, Windri Hairin Yanti, sekitar seminggu sebelum peristiwa naas tersebut suaminya sering marah-marah sendiri di rumah karena merasa ada makhlus halus yang mendatanginya. Suaminya juga sering mendapat bisikan.

Hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa hal serupa dialami pelaku sejak berusia empat tahun. Saat masih kecil, saat muncul gejala marah dan mendengar bisikan, badan pelaku langsung demam.

"Dari laporan Kapolda, memang yang bersangkutan mengalami semacam kemasukan atau kerasukan sejak umur empat tahun. Penjelasan istrinya, pembunuhan didasari karena ia mengalami kerasukan," ujar Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, seperti dikutip dari Harian Kompas (27/2/2016).

Untuk memperjelas penyebab pembunuhan itu, Badrodin mengatakan, pihaknya tengah memeriksa kondisi psikologis Petrus melalui tes kejiwaan.

Halusinasi

Bisikan yang sering didengar oleh Petrus Bakus, menurut dr.Andri, spesialis kedokteran jiwa dari RS Omni Alam Sutera, Tangerang, Banten, mungkin termasuk dalam kategori halusinasi.

"Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa berat yang biasanya dijumpai pada pasien psikotik seperti skizofrenia, skizoafektif, bipolar dengan ciri psikotik, atau depresi dengan ciri psikotik," kata Andri dalam tulisannya di situs Kompasiana.

Pada pasien skizofrenia, halusinasi pendengaran tersebut bisa bersifat menyeluruh atau berkomentar tentang pasien. Misalnya saja pasien merasa ada suara-suara di kupingnya atau hanya terdengar seperti siaran radio tanpa ada hubungannya dengan pasien.

Sementara itu, halusinasi yang bersifat menyuruh bisa membuat pasien melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya dan hal tersebut tidak bisa ditahan oleh pasien, termasuk melakukan pembunuhan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.