Kompas.com - 28/02/2016, 21:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Saat bercinta, lalu pria ejakulasi. Ini adalah hal yang alamiah. Yang tidak alamiah adalah jika pria mengalami ejakulasi tertunda (delayed atau retarded ejaculation). Ejakulasi tertunda adalah ketidakmampuan mencapai klimaks saat berhubungan seks secara vaginal.

Pria dengan ejakulasi tertunda dapat mencapai orgasme dengan masturbasi atau aktivitas seks lainnya, kecuali saat senggama.

Di dalam World Journal of Urology, dr Michael Perelman dan dr David Rowlands berkata, disfungsi ejakulasi ini bisa menyebabkan stres, kekecewaan, dan mengganggu rasa percaya diri.

Ejakulasi tertunda adalah masalah seksual nomor tiga paling umum setelah impotensi dan ejakulasi prematur, menurut dr David Delvin, dokter dan spesialis perencanaan keluarga di Amerika Serikat.

Sampai saat ini, penelitian mengenai ejakulasi tertunda masih belum banyak, tidak sebanyak penelitian mengenai impotensi dan ejakulasi dini.

Penyebabnya
Kebanyakan pria dengan ejakulasi tertunda diasuh dengan norma-norma yang sangat ketat dan memiliki kontrol diri yang sangat kuat. Mereka memiliki kendali yang luar biasa, minimal terhadap dirinya sendiri, dan tidak mudah rileks dalam berbagai kondisi.

Beberapa pasien mengaku, mereka hampir selalu ingin mengontrol segala sesuatu, mengkhawatirkan banyak hal, dan tidak bisa masuk ke situasi emosional yang romantis, termasuk saat berhubungan seks. Pasien ejakulasi dr David Delvin sendiri kebanyakan memiliki profesi di bidang industri keuangan.

Faktor-faktor lain yang mungkin menjadi penyebabnya adalah:
1. Takut membuat pasangannya hamil.
2. Takut mengotori vagina pasangannya.
3. Menganggap seks sebagai sesuatu yang kotor.
4. Homoseksual laten.

Pada tahun 2010-2015, beberapa ahli percaya, masturbasi yang terlalu kasar juga bisa menyebabkan ejakulasi tertunda karena pelakunya kurang bisa lagi merasakan sensasi vagina.

Tidak semua ejakulasi tertunda disebabkan oleh faktor psikologis. Beberapa orang mengalaminya ketika mereka beranjak tua. Mereka tetap memiliki ereksi yang bagus, tetapi tidak mudah untuk orgasme.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber netdoctor
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.