Kompas.com - 29/04/2016, 14:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS — Kasus kematian pasien diduga terkait pemakaian anestesi Bupivacaine tidak hanya terjadi di Lampung. Secara total, kasus Bupivacaine terjadi di sembilan rumah sakit di tujuh kota dalam tiga pekan setelah kasus di Lampung terjadi.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR, Kamis (28/4), di Jakarta. Rapat itu dihadiri pihak Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, serta Perhimpunan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif.

Ketua Tim Penelaahan Kasus Sentinel Serius Kemenkes Prof Herkutanto memaparkan, ada 12 kasus terkait Bupivacaine di sembilan rumah sakit di tujuh kota, yakni Pringsewu (Lampung), Denpasar, Mataram, Padang, Aceh, Surabaya, dan Bengkulu. Dari 12 kasus itu, 2 pasien selamat dan 10 pasien meninggal.

Sebanyak 12 korban itu terdiri dari 6 pasien sectio caesaria, 5 pasien urologi, dan 1 pasien tindakan medis lain. Pasien itu ialah 6 perempuan dan 6 laki-laki. Sebanyak 9 pasien di antaranya dewasa muda dan sisanya di atas usia 60 tahun. ”Gejala pada pasien setelah operasi berupa gatal, rasa terbakar, gejala hemodinamik, dan kejang,” ujarnya.

Penyebab kematian

Sejauh ini tim belum bisa menyimpulkan penyebab kematian semua pasien itu. Dari 12 pasien itu, 7 pasien memakai obat anestesi Bupivacaine spinal produksi PT Bernofarm dan 5 pasien memakai Bupivacaine produksi PT Dexa Medica. Tim hanya bisa menyatakan patut diduga kematian pasien itu berkait zat yang ada dalam Bupivacaine.

Sementara itu, Kepala Badan POM Roy Sparringa menjelaskan, pihaknya telah menguji Bupivacaine yang ada di RS Mitra Husada, Pringsewu, Lampung, pedagang besar farmasi di Lampung, dan mengaudit sarana produksi PT Bernofarm.

Hasilnya, tidak ditemukan potensi kontaminasi pada Bupivacaine, bahan baku Bupivacaine berasal dari industri Eropa yang punya sertifikat cara pembuatan yang baik (GMP) dan drug master file (DMF).

Cara pembuatan obat yang baik (CPOB) juga memenuhi syarat. Hasil uji semua produk Bupivacaine injeksi dari sembilan industri farmasi yang beredar pun memenuhi syarat.

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf memaparkan, kasus Bupivacaine harus mendapat perhatian lebih serius sebab, selain di Lampung, kasus serupa terjadi di kota lain. Bahkan, dari 12 kasus, 10 pasien meninggal.

Dalam RDPU tersebut, sejumlah anggota Komisi IX DPR mengusulkan agar dibentuk panitia kerja kasus Bupivacaine. Itu bertujuan agar lebih fokus penanganan kasus itu. (ADH)

___________________

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 April 2016, di halaman 14 dengan judul "Kasus Bupivacaine Muncul di 9 Rumah Sakit".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.