Kompas.com - 15/08/2016, 07:25 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Pernahkah Anda melewatkan makan malam karena sibuk menyelesaikan pekerjaan yang dikejar tenggat waktu? Atau melewatkan sarapan karena Anda bangun terlambat? Selama Anda ingat untuk menghindari makan berlebihan di waktu makan selanjutnya, tampaknya tidak masalah. Tapi, belum tentu begitu.

Dua hasil studi yang dipublikasikan dalam Proceeding of the Nutrition Soeciety mengungkapkan, bahwa bukan hanya tentang apa yang Anda makan, tapi kapan Anda makan juga akan berpengaruh pada kesehatan Anda.

Terbiasa makan tidak teratur akan membuat tubuh obesitas, tekanan darah tinggi, dan berisiko terserang diabetes tipe 2 - di luar masalah berapa banyak kalori yang dikonsumsi.

Salah satu studi memeriksa pola makan internasional dan menemukan kemungkinan hubungan antara obesitas dan makan lebih banyak kalori di sore hari.

Hasil studi lainnya menyimpulkan, bahwa orang yang makan enam kali dalam sehari di waktu yang sama memiliki kadar kolesterol dan insulin yang lebih baik, ketimbang mereka yang makan tidak teratur, dalam kasus ini, tiga sampai sembilan kali makan dalam sehari.

“Kami menemukan, bahwa orang dewasa yang  mengonsumsi kalori selama makan di waktu yang sama dari hari ke hari, lebih kecil kemungkinannya untuk obesitas meski mengonsumsi lebih banyk kalori, ketimbang mereka yang makan dengan waktu yang tak teratur, “ jelas Gerda Pot, PhD, dosen tamu di Departemen Diabeets dan Nutrisi, King’s College Londdon, yang melakukan kedua penelitian tersebut.

Meskipun tampaknya tak masuk akal, bahwa waktu makan sangat memengaruhi kesehatan Anda, studi ini adalah bagian dari bidang yang disebut Chrononutrition, di mana peneliti mengeksplorasi hubungan antara metabolisme dan ritme sirkadian.

Banyak proses metabolik di dalam tubuh, seperti nafsu makan, pencernaan, dan metabolisme lemak, kolesterol, serta glukosa, yang mengikuti pola berulang  selama 24 jam, jelas Pot.

“Makan tidak teratur akan mengganggu jam internal tubuh. Inilah yang kemudian akan menyebabkan bertambahnya berat badan dan berbagai risiko kesehatan lainnya,” ujarnya.

 

Seberapa besar efek makan tidak teratur pada kesehatan?

“Ini pertanyaan yang sangat penting dan sayangnya kami belum dapat menjawabnya. Sangat menarik untuk memahami seberapa besar dampak gangguan ritme sirkadian tubuh, sehingga menyebabkan risiko obesitas,” jelas Pot.

Jadi mulai saat ini, akan sangat baik jika Anda mulai membiasakan untuk selalu makan di waktu yang sama setiap hari. Kalaupun tidak memungkinkan, temukan cara lain untuk menjaga kesehatan Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.