Kompas.com - 20/08/2016, 11:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stres berat di tempat kerja, alias burnout. Misalnya, atasan galak, lelah di perjalanan menuju kantor, atau pun tugas yang tak ada habisnya.

Walau demikian, ternyata ada penyebab tak terduga mengapa banyak karyawan yang mengalami burnout, yaitu ketidaksesuaian antara tanggung jawab pekerjaan dengan tipe kepribadian.

Tak bisa dipungkiri, ada banyak orang yang tidak punya kemewahan bisa memilih pekerjaan sesuai passion atau pun kepribadian. Apa pun dikerjakan asalkan bisa menghasilkan uang yang halal.

"Terkadang seseorang memilih pekerjaan karena sesuai dengan motif 'di bawah sadar' yang dibentuk oleh norma sosial dan keinginan dari orang lain," kata Veronika Brandstatter, Ph.D, profesor psikologi dari Swiss.

Ia mencontohkan, individu yang memiliki konsep diri menjadi orang yang berpengaruh mungkin akan memilih karier sebagai manajer, meski sebenarnya aktivitas yang dikaitkan dengan pekerjaan manager tidak memberikan kepuasan secara nyata.

Brandstatter dan timnya melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana motivasi implisit seseorang berpengaruh pada kesehatan mental di lingkungan kerja. Studi ini melibatkan 97 orang dewasa yang mengalami burnout. Mereka diwawancara tentang kesehatan dan tanggung jawab pekerjaan. Kemudian diminta menuliskan tentang kepribadiannya.

Tim peneliti memfokuskan pada dua tipe kepribadian, yaitu "motif berkuasa" dan "motif afiliasi". Seseorang yang punya motif berkuasa cenderung ingin mengambil tanggung jawab orang lain, menjaga disiplin, dan senang berargumen atau negosiasi.

Sementara orang dengan motif afiliasi lebih senang menjalani hubungan personal yang positif, ingin merasakan kepercayaan, kehangatan sosial, dan ikatan.

Ternyata, burnout dialami pada berbagai jenis pekerjaan, baik itu mereka yang punya kekuasaan, tidak punya sama sekali, atau mereka yang punya kesempatan berinteraksi dengan orang lain.

Para ahli menilai, penyebab burnout yang utama adalah kesenjangan antara pekerjaan dengan motif kepribadian yang dimiliki seseorang.

"Frustasi akibat kebutuhan afektif bawah sadar, disebabkan karena kurangnya kesempatan untuk perilaku yang didorong oleh motif," katanya.

Lantas, bagaimana mencegahnya? Pertama, ketahui dulu dengan tipe situasi yang paling bisa membuat Anda suka: Apakah saat mendapat teman baru dan membentuk ikatan lebih kuat dengan orang lain? Jika iya, maka Anda memiliki motivasi afiliasi.

Bila Anda lebih suka berada dalam situasi membuat keputusan dan memberi pengaruh pada orang lain, ini menunjukkan Anda adalah tipe motif berkuasa. Tetapi mungkin juga seseorang memiliki kedua tipe tersebut.

Kemudian, tanyakan pada diri sendiri, "Saat melakukan pekerjaan, apa yang saya rasakan? Apakah ada perasaan positif seperti senang dan bahagia?"

Untuk mereka yang memiliki motif afiliasi kuat, sangat penting untuk memiliki rasa gembira, bahagia, dan pertemanan dengan orang lain di tempat kerja. Sementara itu, untuk mereka yang punya motif berkuasa, mereka perlu memiliki perasaan kekuatan dan berdampak bagi lingkungannya.

Saran tersebut tentu lebih tepat untuk orang yang ingin mencari pekerjaan baru. Untuk mereka yang sudah merasa mandek di karier sekarang, cobalah untuk berdiskusi dengan atasan atau bagian HRD mengenai kemungkinan pindah posisi atau perubahan jobdesk sehingga lebih selaras dengan kebutuhan Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.