Kompas.com - 22/08/2016, 15:36 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 atau lebih merupakan upaya menurunkan jumlah perokok di Indonesia.

Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany mengatakan, usulan kenaikan harga rokok menjadi dua kali lipat pun disetujui banyak pihak, termasuk perokok itu sendiri.

"Banyak dukungan naikin harga rokok. Perokok 76 persen setuju dinaikkan ini (harga rokok)," kata Hasbullah, Minggu (21/8/2016).

Survei itu dilakukan oleh Hasbullah dan rekannya dari Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan. Survei melalui telepon dalam kurun waktu Desember 2015 sampai Januari 2016 terhadap 1000 orang. Sebagian besar setuju kenaikan harga rokok dan cukai untuk menambah dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selama ini, harga rokok di Indonesia paling murah dibanding negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Laos. Di Singapura, misalnya, harga rokok bisa mencapai Rp 120.000 per bungkus. Di Indonesia, dengan Rp 12.000 sudah bisa mendapat satu bungkus rokok.

Hal ini membuat banyak anak usia sekolah yang mudah membeli rokok. Mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sakit-sakitan pada usia produktif karena rokok bersifat adiktif.

"Ramai di media sosial ini merupakan indikasi rakyat sudah capek dengan upaya mengurangi konsumsi rokok karena harga terlalu murah," kata Hasbullah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tingginya harga rokok Indonesia diharapkan dapat mencegah anak usia sekolah dan masyarakat kurang mampu untuk membeli rokok.

Menurut Hasbullah, harga rokok yang mahal merupakan cara paling efektif menurunkan jumlah perokok di Indonesia yang kini menjadi negara dengan perokok pria terbesar di dunia.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.