Kompas.com - 04/10/2016, 09:51 WIB
Ilustrasi Thinkstock/Tomwang112Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Gawai saat ini sudah menjadi benda sehari-hari yang dipegang oleh anak. Kebiasaan itu tentu akan berdampak pada proses belajar anak. Karenanya dibutuhkan metode belajar yang tepat agar anak mudah menangkap materi pelajaran.

Psikolog Ajeng Raviando mengatakan, anak-anak yang akrab dengan gadget memerlukan metode active learning atau pembelajaran aktif.

"Active learning mengajak anak belajar aktif. Anak sekarang kan terbiasa dengan gadget, tinggal klik saja. Jadi yang aktif gadget-nya, bukan anaknya," kata Ajeng dalam talkshow di Mother & Baby Fair, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam metode pembelajaran aktif, anak tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mendengar topik pelajaran melalui cerita, melihat gambar atau video, kemudian anak tersebut ikut membahas materi hingga mempraktekkannya.

Lewat metode tersebut, anak tak hanya dipandang sebagai peserta didik yang menerima pelajaran, tetapi juga ikut terlibat aktif dalam memecahkan suatu masalah atau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anak akan diajak berdiskusi mengenai pembelajaran yang ia terima.

"Kalau enggak aktif, penyerapan informasinya bisa berkurang," lanjut Ajeng.

Ia menambahkan, umumnya anak kesulitan mengingat dan mengerti jika hanya mendengarkan guru di sekolah menjelaskan materi panjang lebar. Tetapi, jika disertai media visual, anak akan mulai bisa mengingat. Kemudian, jika ditambah pembahasan lebih lanjut oleh anak itu sendiri, mereka akan lebih mudah mengerti.

"Pembelajaran aktif bertujuan untuk mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki anak," ujarnya.

Ajeng mengatakan, stimulasi aktif bisa dimulai sejak usia 1 tahun, yakni saat orangtua mengajari anak untuk belajar berbicara. Sementara di usia balita, anak diajak belajar memilah warna sambil bermain.

Dengan metode pembelajaran aktif, anak usia TK dapat diajak belajar mengenal huruf tidak hanya dari tulisan di buku. Tetapi bisa dengan kegiatan mencari huruf yang di tempel di ruang kelas. Intinya anak tidak pasif sebagai penerima materi.

"Untuk anak SD contohnya praktek langsung mengenai magnet. Misalnya penggaris besi digosok-gosokkan di rambut nanti bisa menarik potongan kertas kecil," papar Ajeng.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.