Kompas.com - 03/02/2017, 16:07 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah kasus kanker paru memang tak lebih tinggi dibanding jenis kanker lainnya, seperti kanker payudara dan serviks. Meski demikian, kanker paru menyumbang angka kematian tertinggi. Tingkat harapan hidup pasien kanker paru terbilang rendah dibanding kanker lainnya.

Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan Jakarta, Agus Dwi Susanto, mengatakan, kanker paru umumnya ditemukan pada stadium lanjut.

"Sebagian besar datang ke rumah sakit sudah stadium III dan IV. Itu karena kanker paru awalnya tak bergejala atau tak disadari pasien," ujar Agus di Jakarta, beberapa minggu lalu.

Gejala kanker paru biasanya baru muncul ketika tumor ganas tersebut sudah membesar. Pasien juga jarang mencurigai adanya kanker paru karena gejalanya mirip dengan penyakit sistem pernapasan lainnya.

Gejala umum kanker paru, antara lain, batuk terus-menerus, batuk berdarah, nyeri dada, mengi, dan cepat kelelahan. Namun, bila sudah muncul gejala, biasanya sudah stadium lanjut.

Selain itu, penyebaran kanker di paru cukup cepat sehingga perkembangan kanker ke stadium lanjut pun cepat terjadi.

"Di paru-paru itu kan banyak pembuluh darah, misalnya ada yang ke jantung, jadi kanker di paru mudah menyebar," kata Agus.

Kondisi itulah yang menyebabkan tingkat harapan hidup pasien kanker paru lebih rendah dibanding jenis kanker lainnya.

Agus mengungkapkan, survival rate pasien kanker paru rata-rata tak lebih dari lima tahun. "Namun, itu masih di bawah 20 persen yang bisa bertahan sampai lima tahun. Kalau disertai komplikasi, di bawah 5 tahun," tutur Agus.

Hal senada dikatakan dokter spealis paru dari RS Persahabatan, Jamal Zaini. Ia mengungkapkan, dari 100 pasien kanker paru yang didiagnosis di tahun pertama, pada tahun kelima hanya terdapat 2 orang yang bertahan hidup. Jamal mengatakan, sekitar 80 persen pasien kanker paru ditemukan pada stadium lanjut.

"Kanker yang paling banyak menyerang laki-laki itu kan prostat dan kolon. Pada perempuan ada kanker payudara dan serviks. Namun, yang paling sering menimbulkan kematian adalah kanker paru," kata Jamal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.