Kompas.com - 16/02/2017, 07:13 WIB
Ilustrasi thinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Diet bebas gluten termasuk sangat populer di negara-negara barat dan kini juga banyak diadopsi orang di Indonesia. Diet gluten sebenarnya dikhususkan bagi penderita gangguan pencernaan atau celiac disease.

Penelitian mengungkapkan alasan mengapa penggila diet gluten harus mempertimbangkan ulang penerapan diet tersebut.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Epidemiologi menunjukkan, mereka yang menerapkan diet bebas gluten terpapar kadar tinggi arsenik dan merkuri, dua zat yang amat beracun. Dua racun ini berhubungan erat dengan kanker dan penyakit kronis lain bahkan ketika terpapar dalam jumlah sedikit.

Ketika peneliti menguji pelaku diet bebas gluten, ditemukan kadar arsenik dua kali dari jumlah normal di urine dan 70 persen lebih banyak merkuri di darah. Kadar zat tersebut memang belum cukup meracuni kita. Tetapi, ilmuwan menaruh perhatian pada efek negatifnya terhadap kesehatan ketika terpapar dalam jangka panjang.

Mengapa kadar dua racun ini begitu tinggi? Produk pengganti bebas gluten biasanya menggunakan tepung beras sebagai pengganti tepung biasa. Tepung beras cenderung mengandung sedikit arsenik dan merkuri yang diserap padi dari pupuk, tanah dan air. Jadi ketika kita makan roti, biskuit, atau cracker dari tepung beras, kita secara tak sengaja menaikkan kedua racun itu di dalam tubuh.

Makan banyak nasi pun dapat menaikkan kedua kadar racun itu juga. Tentu saja kita tak dapat mengonsumsi makanan bebas gluten tanpa makan nasi karena nasi termasuk biji-bijian yang tak mengandung gluten.

Tentu saja mereka yang menderita celiac disease (penyakit otoimun di mana mencerna gluten merusak usus kecil) atau menderita intoleransi terhadap gluten, menerapkan diet bebas gluten adalah keharusan.

Di AS banyak orang suka rela mengikuti diet bebas gluten demi menurunkan berat badan dan kesehatan. Perlu diketahui, tak ada banyak manfaat menghindari gluten bagi orang yang tak mengalami masalah celiac disease.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber SHAPE
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Penyakit Paget
Penyakit Paget
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.