Kompas.com - 19/12/2019, 06:00 WIB
Ilustrasi merawat orang tua ShutterstockIlustrasi merawat orang tua

Melansir berbagai sumber, merawat orang sakit yang kita kenal di satu sisi bisa membuat bahagia. Kita bisa melakukan kebaikan dengan berbakti.

Namun, ada kalanya kegiatan rutin menyiapkan makanan, obat, kebutuhan, sampai kadang memandikan ini bikin frustrasi.

Terutama, jika rutinitas merawat orang sakit tersebut membatasi kegiatan sosial dan membuat keuangan rumah tangga bermasalah.

Timbunan persoalan tersebut lambat laun mengakibatkan stres dan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Kondisi yang dikenal sebagai caregiver burnout ini membuat para perawat orang sakit mengalami kesepian, merasa tidak didukung, dan tidak dihargai.

Di beberapa kondisi, mereka juga rentan mengalami depresi karena tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.

Baca juga: Viral Istri Pukul Suami Penderita Stroke, Ini Komentar Para Psikolog

60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Istri Pukul Suami Penderita Stroke, Waspada Gejala "Caregiver Burnout"
Orang yang mendampingi keluarga yang sakit rentan terkena stres sampai frustrasi. Kenali dan waspadai gejalanya.
Bagikan artikel ini melalui

Gejala

Sebelum kondisinya memburuk, ada baiknya kita mengenali tanda saat pendamping atau perawat orang sakit mengalami stres.

  • Beberapa tanda paling umum antara lain:
  • Mudah cemas
  • Gampang tersinggung dan marah
  • Tidak punya harapan
  • Tidak sabaran
  • Menarik diri dari lingkungan
  • Kehilangan motivasi diri
  • Kehilangan kontrol atas diri sendiri
  • Kehilangan selera mengerjakan sesuatu
  • Timbul keinginan menyakiti orang yang dirawat
  • Kelelahan akut
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Gampang sakit

Gejala stres dan frustrasi saat merawat orang sakit ini bisa didiagnosis dokter. Namun juga bisa dikenali diri sendiri atau anggota keluarga lain.

Cara antisipasi stres pada caregiver

Lelah fisik dan mental saat mendampingi atau merawat orang sakit adalah keniscayaan.

Namun tidak ada salahnya mengantisipasi agar rasa lelah tersebut tidak berujung stres dan frustrasi. Berikut beberapa kiat-kiatnya mencegah caregiver burnout:

  • Cari teman bicara. Bisa keluarga, teman, tetangga untuk teman curhat
  • Sadari terkadang kita juga punya keterbatasan dan butuh rehat.
  • Realistis dengan kondisi kesehatan yang kita rawat. Terutama untuk pasien parkinson atau alzheimer.
  • Jangan lupakan diri sendiri. Atur waktu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
  • Kenali batas kemampuan kita. Jika rasanya sudah tidak sabar, ambil jeda sejenak
  • Bekali diri dengan pengetahuan soal penyakit orang yang kita dampingi. Dengan begitu, kita jadi lebih fasih menangani
  • Jaga kesehatan dengan makanan bergizi seimbang dan olahraga
  • Jangan abaikan perasaan sendiri. Sesekali merasa marah, kesal, atau jengkel itu normal
  • Tak perlu sungkan minta bantuan jika merasa lelah atau butuh jeda

Stres atau frustrasi bisa berbahaya buat diri sendiri maupun orang sakit yang kita dampingi.

Sebelum memberikan bantuan pada orang lain, pastikan kondisi fisik dan mental kita juga prima.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X