Kompas.com - 19/12/2019, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Tugas merawat atau mendampingi keluarga yang sakit acapkali menguras waktu, emosi, dan energi.

Terlebih jika Anda masih punya tanggung jawab merawat anak atau mengurus pekerjaan.

Peran ganda tersebut membuat kita tidak leluasa untuk bersantai dan minim waktu istirahat.

Rutinitas mendampingi anggota keluarga saat sakit kronis, orang sepuh, atau penyandang disabilitas yang tidak bisa mandiri ini bisa jadi sangat melelahkan fisik dan mental.

Kelelahan semacam ini terasa wajar, tapi sering terabaikan. Stres menjadi family caregiver atau pendamping anggota keluarga yang sedang sakit baru mendapat perhatian ketika sudah tak bisa lagi ditangani oleh diri sendiri.

Seperti kasus yang terjadi baru-baru ini.

Melansir Kompas.com, Rabu (18/12/2019), beberapa hari belakangan, beredar video seorang istri memukuli suami penderita stroke.

Dalam video berdurasi dua menit 24 detik tersebut, perempuan tersebut mengeluhkan kondisi suaminya. Setelah itu, ia memukulinya dengan tongkat.

Sang suami tampak menjerit. Tapi karena penyakitnya diduga stroke, reaksi yang terlihat hanya menggumam tak jelas.

Kasus tersebut kini ditangani pihak kepolisian. Perempuan tersebut diobservasi di Rumah Sakit Jiwa di Grogol.

Baca juga: Viral Wanita Aniaya Pria Tua yang Derita Stroke, Polisi: Diduga Gangguan Jiwa

Melansir berbagai sumber, merawat orang sakit yang kita kenal di satu sisi bisa membuat bahagia. Kita bisa melakukan kebaikan dengan berbakti.

Namun, ada kalanya kegiatan rutin menyiapkan makanan, obat, kebutuhan, sampai kadang memandikan ini bikin frustrasi.

Terutama, jika rutinitas merawat orang sakit tersebut membatasi kegiatan sosial dan membuat keuangan rumah tangga bermasalah.

Timbunan persoalan tersebut lambat laun mengakibatkan stres dan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Kondisi yang dikenal sebagai caregiver burnout ini membuat para perawat orang sakit mengalami kesepian, merasa tidak didukung, dan tidak dihargai.

Di beberapa kondisi, mereka juga rentan mengalami depresi karena tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.

Baca juga: Viral Istri Pukul Suami Penderita Stroke, Ini Komentar Para Psikolog

Gejala

Sebelum kondisinya memburuk, ada baiknya kita mengenali tanda saat pendamping atau perawat orang sakit mengalami stres.

  • Beberapa tanda paling umum antara lain:
  • Mudah cemas
  • Gampang tersinggung dan marah
  • Tidak punya harapan
  • Tidak sabaran
  • Menarik diri dari lingkungan
  • Kehilangan motivasi diri
  • Kehilangan kontrol atas diri sendiri
  • Kehilangan selera mengerjakan sesuatu
  • Timbul keinginan menyakiti orang yang dirawat
  • Kelelahan akut
  • Insomnia
  • Sakit kepala
  • Gampang sakit

Gejala stres dan frustrasi saat merawat orang sakit ini bisa didiagnosis dokter. Namun juga bisa dikenali diri sendiri atau anggota keluarga lain.

Cara antisipasi stres pada caregiver

Lelah fisik dan mental saat mendampingi atau merawat orang sakit adalah keniscayaan.

Namun tidak ada salahnya mengantisipasi agar rasa lelah tersebut tidak berujung stres dan frustrasi. Berikut beberapa kiat-kiatnya mencegah caregiver burnout:

  • Cari teman bicara. Bisa keluarga, teman, tetangga untuk teman curhat
  • Sadari terkadang kita juga punya keterbatasan dan butuh rehat.
  • Realistis dengan kondisi kesehatan yang kita rawat. Terutama untuk pasien parkinson atau alzheimer.
  • Jangan lupakan diri sendiri. Atur waktu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
  • Kenali batas kemampuan kita. Jika rasanya sudah tidak sabar, ambil jeda sejenak
  • Bekali diri dengan pengetahuan soal penyakit orang yang kita dampingi. Dengan begitu, kita jadi lebih fasih menangani
  • Jaga kesehatan dengan makanan bergizi seimbang dan olahraga
  • Jangan abaikan perasaan sendiri. Sesekali merasa marah, kesal, atau jengkel itu normal
  • Tak perlu sungkan minta bantuan jika merasa lelah atau butuh jeda

Stres atau frustrasi bisa berbahaya buat diri sendiri maupun orang sakit yang kita dampingi.

Sebelum memberikan bantuan pada orang lain, pastikan kondisi fisik dan mental kita juga prima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.