Kompas.com - 08/01/2020, 17:00 WIB

KOMPAS.com- Tanda memar pada kulit kerap kali dikaitkan dengan luka akibat pukulan atau benturan. Padahal tidak semuanya demikian.

Trauma tersebut bisa juga disebabkan oleh luka sayatan yang mengakibatkan pecahnya kapiler atau pembuluh darah kecil di bagian tubuh tertentu.

Dalam kondisi itu, darah terperangkap di bawah permukaan kulit sehingga menyebabkan memar.

Beberapa memar muncul dengan sedikit rasa sakit dan umumnya ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kemerahan hingga hitam kebiruan.

Meski memar biasa terjadi, penting bagi kita untuk memastikan apakah kondisi itu butuh perawatan medis atau tidak.

Pasalnya, lebam atau memar bisa juga dikatikan dengan gejala sejumlah penyakit. 

Baca juga: Mana Lebih Baik, Olahraga Pagi atau Sore Hari?

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab terjadinya memar selain karena benturan:

1. Cidera saat beraktivitas

Cidera saat melakukan aktivitas, terutama olahraga bisa memicu terjadinya memar.

Cidera yang dimaksud, antara lain berupa pembengkakan otot, otot robek, keseleo, tegengangan otot, dan termasuk patah tulang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Urtikaria
Urtikaria
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.