Kompas.com - 11/01/2020, 09:00 WIB

Apa itu coronavirus?

Melansir laman resmi LIPI, coronavirus adalah virus yang berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 100-120 nm.

Kata Corona beasal dari bahasa latin yang berarti crown atau mahkota. Sesuai namanya, bentuk virus ini menyerupai mahkota.

Coronavirus kali pertama diidentifikasi pada manusia pada pertengahan 1960-an.

Virus corona dapat menyebar melalui batuk, bersin, atau dengan menyentuh orang yang terinfeksi.

Mereka yang terinfeksi virus ini biasanya mengalami pilek, sakit kepala, batuk dan demam.

Pencegahan infeksi coronavirus efektif bila menggunakan masker yang berpori-pori lebih kecil dari 100 nm.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, infeksi coronavirus bisa membuat napas tersengal-sengal, tubuh menggigil, dan terasa nyeri.

Komisi Kesehatan Kota Wuhan mengatakan, beberapa pasien yang terinfeksi merupakan warga yang menjalankan bisnis di pasar makanan laut.

Penyakit ini tidak menyebar dengan mudah di antara manusia. Jadi, kemungkinan besar mereka terinfeksi dari hewan di pasar.

Baca juga: Cegah Virus Pneumonia Asal China, Masyarakat Diimbau Pakai Pelindung Diri

Berbeda dengan SARS

Media Pemerintah China juga mengatakan, sindrom pernafasan akut yang terjadi di China saat ini berbeda dengan wabah SARS yang merebak beberapa tahun lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.