Kompas.com - 21/01/2020, 13:32 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Konsumsi gula asal-asalan bukan bagian dari gaya hidup sehat.

Anda dianjurkan untuk tidak menyepelekan hal tersebut.

Ada beberapa risiko kesehatan yang bisa disebabkan oleh konsumsi gula secara berlebihan.

Bukan hanya memicu obesitas, terlalu banyak mengonsumsi gula juga erat kaitannya dengan penyebab diabetes hingga penyakit jantung.

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk senantiasa mengontrol asupan gula.

Kepala Unit Gizi RS JIH Solo, Himaa Aliya, S.Gz, mengatakan gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Waspada, Berikut 6 Bahaya Minum Teh Setelah Makan

Menurut dia, konsumsi bahan makanan yang bersumber dari tebu tersebut sebenarnya tidak masalah asal tidak berlebih.

Idealnya 50 gram per hari

Himaa menerangkan asupan gula idealnya yakni tidak lebih dari 50 gram per hari atau setara dengan 4 sendok makan.

"Menurut Kemenkes RI, asupan gula yang dianjurkan adalah 50 gram per hari," jelas Himaa saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (21/1/2020).

Bagi sebagian orang yang rutin berolahraga, konsumsi gula sedikit lebih banyak mungkin tidak begitu menjadi masalah.

Pasalnya sistem tubuh mereka mampu membakar banyak kalori.

Namun, bagi kita yang merasa kurang berolahraga apalagi didiagnosis mengidap diabetes, alangkah baiknya dianjurkan untuk mengontril asupan gula.

Jika tak siapkan makanan sendiri

Himaa mengakui memang agak sulit untuk bisa mengetahui secara pasti kadar gula dalam makanan atau minuman yang tidak dibuat sendiri.

Dia pun memberikan sejumlah tips yang bisa dilakukan jika Anda hendak mengonsumsi makanan atau minuman dari luar:

1. Periksa label gizi

Apabila mengonsumsi makanan kemasan, jangan lupa untuk selalu memeriksa label gizi untuk mencari tahu berapa banyak kandungan gulanya.

Baca juga: 8 Jenis Buah yang Baik Dikonsumsi untuk Program Diet

Kandungan gula bisa dilihat pada kemasan makanan atau minuman dengan memperhatikan kata-kata yang memiliki akhiran ‘osa’ atau ‘ol’, seperti glukosa, fruktosa, dekstrosa, maltosa, sukrosa, laktosa, manitol, dan sorbitol.'

2. Jangan malu bertanya

Apabila Anda mendapati makanan dan minuman yang tidak dilengkapi tabel gizi, lebih baik jangan sungkan bertanya kepada pemberi atau penjual.

Misalnya saja saat membeli es teh manis. Anda bisa bertanya berapa sendok gula yang dicampur ke dalam minuman tersebut.

Sebelum itu, Anda juga bisa meminta berapa sendok gula yang akan digunakan.

3. Rutin cek gula darah

Cek gula darah sewaktu perlu dilakukan untuk mengontrol asupan gula per hari.

Hasil pengecekan itu bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah yang lebih baik ke depan.

Apabila gula darah diketahui tinggi, berarti Anda lebih baik mulai mengurangi konsumsi gula.

4. Jalankan gaya hidup sehat

Mulailah rutin berolahaga, mengontrol porsi makanan, dan istirahat cukup untuk menjaga kondisi badan tetap sehat.

Baca juga: Benarkah Merokok Setelah Makan Paling Berbahaya?

Anda juga bisa mulai menjajal mengurangi konsumsi makanan dan minuman dengan kdar gula tinggi, kue, koktail, minuman ringan, jus buah yang ditambahkan gula dan susu kental manis, dan permen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.