Kompas.com - 22/01/2020, 05:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Gejala demam berdarah dengue (DBD) identik dengan demam disertai bintik-bintik merah di sejumlah bagian tubuh.

Begitu demam timbul bintik-bintik merah di kulit, banyak orang buru-buru menyimpulkannya sebagai DBD.

Padahal, bintik merah penyakit DBD memiliki ciri yang berbeda dengan penyakit lain seperti tipus dan campak.

Melansir buku Demam Berdarah Dengue, Penyakit & Cara Pencegahan (2008) oleh Oktri Hastuti, penyakit infeksi yang ditularkan nyamuk betina Aedes aegypti ini ditandai dengan gejala:

  • Demam
  • Timbul bintik-bintik merah pada kulit
  • Mengalami mimisan atau gusi berdarah
  • Sakit batuk, pilek, atau gangguan pernapasan
  • Sakit saat menelan
  • Nyeri otot, tulang, atau sendi
  • Beberapa kondisi dijumpai pembengkakan hati, limpa, kelenjar getah bening
  • Dalam kondisi berat, terjadi dengue shock syndrome

Baca juga: Musim Hujan Segera Tiba, Kenali Gejala DBD pada Anak

Anda yang melihat atau merasakan gejala tersebut, perlu meningkatkan kewaspadaan akan DBD.

Selain itu, Anda juga perlu lebih jauh mengenali tanda penyakit ini. Salah satunya kemunculan bintik merah di kulit.

Apakah selalu muncul bintik merah di kulit?

Kendati DBD identik dengan bintik merah, tidak semua penderitanya mengalami gejala muncul bintik merah di kulit.

Menurut buku Demam Berdarah, Perawatan di Rumah dan Rumah Sakit (2004) oleh Dr. Hindra I. Satari, Sp.A(K) dan Mila Meiliasari, terdapat 70 persen penderita DBD yang menunjukkan gejala bintik merah di kulitnya.

Jika ada gejala lain seperti yang sudah dibahas di atas, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.\

Baca juga: 6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

Di bagian tubuh mana bintik merah muncul?

Umumnya, bintik merah DBD mulai tampak di bagian dada sebelah atas, sekitar ketiak, dan kedua tungkai bawah.

Saat masuk fase penyembuhan, bintik tersebut akan berkelompok dan menyatu sehingga terlihat seperti ruam.

Ruam tersebut umumnya terlihat jelas di kedua tungkai bawah. Bahkan, terkadang bisa meluas ke seluruh tubuh.

Apakah selalu timbul ruam?

Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita DBD terkadang tidak disertai ruam. Hanya sekitar 30 persen pasien DBD mengalami ruam.

Umumnya, ruam muncul di kedua tungkai bawah. Warnanya kemerahan dengan bintik putih di bagian tengahnya.

Rasanya gatal, namun biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Bintik merah tidak hilang saat kulit ditekan

Melansir Kompas.com (29/1/2019), Dr Widodo Judarwanto Sp.A dari Allergy Behaviour Clinic & Picky Eaters Clinic Jakarta, menjelaskan bintik merah DBD punya ciri khas.

Bintik merah DBD bisa terjadi akibat pendarahan. Sehingga, saat area kulit berbintik ditekan, warna merahnya tidak pudar.

Bintik merah ini berbeda dengan tifus yang hanya muncul di bagian dada.

Meski sekilas mirip, bintik merah pada tipus bukan disebabkan pendarahan.

Baca juga: Hidup di Negara Tropis Bikin Masyarakat Indonesia Rentan Terkena DBD?

Kapan bintik merah timbul dan hilang?

Walaupun sekilas mirip dengan penyakit campak, bintik atau bercak merah DBD berbeda.

Bintik-bintik merah di kulit pada penyakit DBD muncul di hari kedua atau ketiga demam.

Bintik serupa bercak tersebut akan menghilang tanpa menimbulkan bekas pada hari keempat dan kelima demam.

Sedangkan, bintik-bintik merah di kulit pada penyakit campak, timbul pada demam hari ketiga sampai kelima.

Bintik tersebut akan berkurang, serta menimbulkan bekas terkelupas dan kehitaman pada minggu kedua.

Jika Anda mengalami atau melihat bercak merah tanda DBD seperti di atas, jangan tunda lagi untuk berkonsultasi ke dokter.

Sumber: Kompas.com (Penulis/Editor: Resa Eka Ayu Sartika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Melasma
Melasma
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.