Kompas.com - 11/02/2020, 07:31 WIB
Ilustrasi ayam goreng ALLEKOIlustrasi ayam goreng

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi jika makan gorengan punya dampak kurang baik bagi kesehatan.

Namun, apakah Anda telah benar-benar berhenti mengonsumsi makanan tersebut saat ini?

Jika belum, pertimbangkan lagi keputusan Anda.

Sebuah riset yang diterbitkan The BMJ mengungkapkan bagaimana makan makanan yang digoreng dapat memengaruhi kesehatan dari waktu ke waktu.

Baca juga: 5 Jenis Makanan untuk Mencegah Kanker Payudara

Dr. Wei Bao, Asisten Profesor Epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Lowa, America Serikat (AS), dan salah satu anggota penelitian tersebut, menyatakan bahwa orang-orang tahu makan gorengan dapat merugikan kesehatan.

Tetapi, dia menyadari, memang baru ada sedikit bukti ilmiah yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk menunjukkan dampak buruk jangka panjang dari mengonsumsi makanan yang digoreng.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secara umum, kami menemukan bahwa konsumsi makanan goreng dikaitkan dengan kematian secara keseluruhan," jelas Bao seperti dilansir dari Time, Rabu (23/1/2019)

Para peneliti melihat data selama sekitar 20 tahun untuk hampir 107.000 wanita tua berusia 50-79 tahun di AS.

Semua wanita tersebut adalah bagian dari kelompok studi Women’s Health Initiative (WHI).

Mereka bersedia mengisi kuesioner terperinci tentang kebiasaan pola makan mereka pada tahun 1990-an.

Kesehatan mereka kemudian dilacak oleh para peneliti hingga 2017, dan selama waktu itu lebih dari 31.500 orang meninggal dunia

Picu kematian dini

Menurut penelitian, para responden yang melaporkan makan satu porsi makanan yang digoreng per hari, memiliki risiko 8 persen lebih tinggi mengalami kematian dini, dibanding mereka yang tak pernah mengonsumsi makanan tersebut.

Baca juga: 3 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Demam Berdarah (DBD)

Mereka yang gemar makan gorengan juga memiliki risiko 8 persen lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit kardiovaskular atau jantung.

Sementara, konsumsi gorengan tampaknya tidak menimbulkan risiko kematian akibat kanker, meski beberapa penelitian sebelumnya sempat menghubungkan antara keduanya.

Ayam goreng lebih berisiko

Ayam goreng dan ikan goreng dikatakan lebih mungkin menyebabkan kematian dini daripada jenis makanan yang digoreng lainnya, seperti kentang goreng, kerupuk, maupun keripik tortilla.

Hal itu bisa terjadi dengan asumsi banyak orang mengonsumsi lebih banyak ayam atau ikan goreng sebagai lauk.

Selain itu, cara penyajian juga dapat memengaruhi kualitas makanan tersebut. Di mana,  banyak restoran sangat mungkin menggunakan kembali minyak jelantah untuk menggoreng ayam atau bebek. 

Namun, penelitian tersebut tidak juga membebaskan kentang goreng sepenuhnya aman untuk dikonsumsi.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menghubungkan kentang goreng dengan kanker dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Baca juga: 3 Jenis Makanan untuk Mempercepat Penyembuhan Demam Berdarah (DBD)

Menyiapkan makanan sendiri

Bao mengatakan bahwa studinya adalah yang pertama dilakukan untuk melihat bagaimana makan segala jenis makanan goreng dapat memengaruhi risiko kematian dari waktu ke waktu.

Namun, hal tersebut tak ditemukan di semua daerah. Tim peneliti mendapati di Spanyol pada 2012, tidak ditemukan korelasi antara makanan goreng dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Hal itu mungkin terjadi karena lebih banyak orang Spanyol menyiapkan makanan mereka di rumah daripada memakannya di restoran. Mereka juga memilih minyak goreng yang lebih sehat, seperti minyak zaitun.

Bao menyadari bahwa penelitiannya ini memiliki keterbatasan. Salah satunya hanya mengamati kebiasaan pola makan para peserta sekali.

Dengan kata lain, ada kemungkinan para peserta mengubah pola makannya dari waktu ke waktu.

Meski demikian, Bao mengatakan bahwa temuan ini kuat dan mungkin berlaku pada populasi selain wanita dan usia yang lebih tua.

"Kami tidak memiliki alasan mengapa efeknya mungkin berbeda berdasarkan usia, atau bahkan berdasarkan jenis kelamin," terangnya.

"Saya curiga hubungan itu mungkin serupa di antara wanita muda atau bahkan di antara pria," kata Bao.

Banyak penelitian lain juga mengaitkan makanan gorengan dengan masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Ulu Hati
Nyeri Ulu Hati
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.