Masalah Kesehatan Akibat Penggunaan AC, dari Pernapasan hingga Kulit

Kompas.com - 20/02/2020, 14:02 WIB
AC merupakan salah satu perabot elektronik yang memakan daya listrik lumayan besar. ShutterstockAC merupakan salah satu perabot elektronik yang memakan daya listrik lumayan besar.

KOMPAS.com - Kerja di ruang ber- AC memang terasa sejuk dan nyaman. Sayangnya, ada banyak bahaya kesehatan mengintai dibalik kesejukan dan kenyamanan itu.

Masalah kesehatan akibat AC

Melansir Hello Sehat, peneliti di Louisiana Medical Center menemukan, AC dapat menyebabkan penyakit pada pernapasan manusia, atau disebut legionairre (infeksi saluran pernapasan akut).

Penggunaan AC juga berpotensi fatal menyebabkan demam tinggi dan radang paru-paru.

Baca juga: Tidur dengan Kipas Angin Menyala, Bagaimana Baiknya?

Diwartakan Time, Dr Mark mendell, ahli epidemiologi dari Departemen Kesehatan Masyarakat California, juga mengatakan bahwa penggunaan AC dapat menyebabkan alergi dan memburuknya gejala pada penderita asma.

Tak hanya itu, AC juga bisa menyebabkan munculnya fenomena penyakit yang disebut sick building syndrome.

Sick Building Syndrome merupakan fenomena munculnya gejala-gejala sakit di tempat tinggal atau tempat kerja tanpa alasan yang jelas.

Semakin lama seseorang menghabiskan waktu di dalam bangunan tersebut, semakin parah gejala yang dialami.

Sebaliknya, gejala mulai membaik atau menghilang ketika seseorang menjauhi bangunan tersebut.

Gejala-gejala yang terjadi pada fenomena tersebut antara lain hidung tersumbat, masalah pernapasan, sakit kepala, kelelahan dan iritasi kulit.

Penggunaan AC juga pengaruhi penampilan

Rambut dan kulit adalah bagian penting dari penampilan kita. Sayangnya, penggunaan AC terlalu lama atau terlalu sering bisa mempengaruhi kesehatan rambut dan kulit kita.

Hal itu terjadi karena AC bekerja menarik uap air yang ada di udara dalam ruangan untuk dibawa keluar dan diganti dengan udara dingin.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Tidur Pakai Kipas Angin Sebabkan Paru-paru Basah?

Pada akhirnya, kelembapan di dalam ruangan menjadi berkurang yang membuat kulit dan rambut menjadi kering.

Selain itu, paparan AC tanpa henti juga membuat masalah kulit, seperti eksim atau psoriasis.

Meminimalisir efek AC

Jika penggunaan AC terjadi di tempat kerja, memang sulit untuk meminimalisirnya.

Namun, kita bisa mengurangi frekuensi terpapar AC dengan tidak menggunakannya saat berada di rumah.

Kita juga bisa mengurangi efek AC dengan mengurangi frekuensi dan durasi berjalan-jalan sebentar untuk menghirup udara segar, sekaligus memberikan waktu bagi kulit dan tubuh untuk “bernapas”.

Karena AC juga bisa membuat kulit menjadi kering, gunakan sabun dengan kandungan pelembap dan mineral yang lebih banyak.

Jika sedang berada di ruangan ber-AC gunakan pelembap, lotion, atau krim yang melembapkan dan menutrisi kulit.

Pilih lotion dan pelembab berbasis air untuk menambah kelembaban kulit Anda.

Baca juga: Jangan Terlalu Lama Gunakan AC saat Cuaca Panas, Ini Bahayanya


Sumber Time,
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X