Kompas.com - 29/02/2020, 10:10 WIB
ilustrasi ilustrasi

KOMPAS.com - Selama ini banyak orang beranggapan, penyakit diabetes mellitus atau kencing manis hanya diderita orang berusia di atas 40 tahun.

Lantas, apakah benar penyakit diabetes mellitus hanya diderita orang tua?

Prof. dr. Jose Rizal Latief Batubara, PhD, Sp.A(K) dari Divisi Endokrinologi Anak FKUI-RSCM menyebut, kadar gula tinggi bisa terjadi pada anak-anak sampai orang tua.

"Kejadian diabetes pada anak jumlahnya terus meningkat. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia," jelas Jose, melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (15/11/2019).

Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2018, angka kejadian diabetes mellitus pada anak usia nol sampai 18 tahun meningkat 700 persen dalam kurun waktu 10 tahun.

Baca juga: Anak Tidur Terpisah, Kapan Si Kecil Butuh Privasi?

Terdapat dua jenis penyakit kencing manis yang menyerang anak-anak. Yakni:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Gejala Diabetes pada Anak, Tak Hanya Diderita Orang Tua
Diabetes selama ini identik dengan penyakit kalangan orang lanjut usia. Padahal, penyakit ini juga bisa diderita anak-anak. Kenali tanda-tandanya.
Bagikan artikel ini melalui
  • Diabetes mellitus tipe-1 (DM tipe-1): disebabkan pankreas tidak bisa memproduksi insulin yang cukup
  • Diabetes mellitus tipe12 (DM tipe-2): disebabkan gangguan kerja insulin dan kerusakan sel pankreas

Sebagai informasi, insulin berfungsi mengontrol penggunaan gula dalam darah oleh otot, lemak, dan sel di tubuh.

Saat produksi insulin berkurang, kadar gula darah meningkat dan memicu gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

Baca juga: Awas, Anak Doyan Begadang Rentan Obesitas

Kasus DM tipe-1 paling sering diderita anak-anak, penyebab umumnya karena faktor genetik.

Namun, belakangan, kasus DM tipe-2 juga meningkat. Penyebabnya, didominasi faktor kelebihan berat badan dan obesitas.

Sebelum penyakit tidak menular ini tidak berkembang menjadi komplikasi, ada baiknya orangtua mengenali gejala diabetes pada anak. Antara lain:

1. Gampang lapar

Tanda-tanda anak mengalami diabetes adalah gampang merasa lapar walaupun baru selesai makan.

Rasa lapar ini timbul karena jumlah insulin yang tidak memadai, sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.

Baca juga: Bolehkah Mengompres Anak yang Demam dengan Air Dingin?

2. Sering haus

Selain lapar, anak yang mengidap diabetes juga terus-menerus merasa haus.

Hal itu juga dipengaruhi ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Akibatnya, tubuh jadi kekurangan cairan dan gampang haus.

3. Sering pipis atau mengompol

Tingginya kebutuhan cairan anak terkadang tidak diimbangi kemampuan tubuh dalam menyerap cairan.

Akibatnya, anak penderita diabetes jadi lebih sering pipis dibandingkan frekuensi normal, terutama di malam hari.

Baca juga: Kapan Anak Harus Dibawa ke Rumah Sakit saat Terserang Demam Berdarah?

4. Bobot tubuh menyusut

Gejala diabetes pada anak juga bisa dikenali saat bobot tubuh si kecil turun drastis dalam rentang dua sampai enam minggu sebelum terdiagnosis.

Orangtua juga perlu curiga saat anak gampang lapar dan sering makan, tetapi bobot tubuhnya tidak bertambah, justru berkurang.

Susutnya berat badan anak penderita diabetes disebabkan ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah, sehingga jaringan otot dan lemak menyusut.

Baca juga: Anak Susah Makan Bikin Gizi Buruk, Atasi dengan 7 Cara Berikut

5. Mudah lelah dan marah

Tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari asupan yang masuk ke tubuhnya membuat anak kekurangan energi. Akibatnya, anak jadi gampang lelah atau kelelahan.

Selain itu, anak juga mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi seperti cepat marah dan gampang murung.

Selain tanda atau gejala diabetes di atas, penderita diabetes perlu diwaspadai saat mengalami kondisi kedaruratan.

Antara lain sesak napas, dehidrasi, syok, dan napas berbau keton. Jangan tunda untuk membawa anak mendapatkan perawatan medis.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.