Belum Ada Vaksin Corona, Traveling ke Luar Negeri Bagaimana Baiknya?

Kompas.com - 28/02/2020, 13:03 WIB
Turis yang memakai masker pelindung mengunjungi Roma, Italia, 26 Februari 2020. Menurut statistik resmi terbaru, lebih dari 370 orang telah terinfeksi oleh virus corona Wuhan, dan setidaknya 12 orang meninggal karena COVID-19 di negara Mediterania sejauh ini. EPA-EFE/ETTORE FERRARI ETTORE FERRARITuris yang memakai masker pelindung mengunjungi Roma, Italia, 26 Februari 2020. Menurut statistik resmi terbaru, lebih dari 370 orang telah terinfeksi oleh virus corona Wuhan, dan setidaknya 12 orang meninggal karena COVID-19 di negara Mediterania sejauh ini. EPA-EFE/ETTORE FERRARI

KOMPAS.com - Sejak muncul di China pada akhir Desember 2019, penyebaran virus corona Wuhan (SARS-CoV-2) telah meluas ke berbagai negara.

Hingga Kamis (27/2/2020), infeksi virus biang penyakit Covid-19 ini telah terdeteksi setidaknya di 44 negara.

Di tengah upaya banyak pihak mengembangkan vaksin virus SARS-CoV-2, sejumlah orang menimbang risiko kesehatan saat mengunjungi sejumlah negara yang warganya terjangkit Covid-19.

Baca juga: Benarkah Virus Corona Tak Bisa Hidup di Atas Suhu 23 derajat Celsius?

Lantas, bagaimana cara mempersiapkan kesehatan agar tidak tertular Covid-19?

Dr. Makiyatul Munawwaroh, Sp.PD. dari Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta (BBKPMS) menyampaikan, orang yang akan melakukan perjalanan ke tempat yang terjangkit virus corona perlu menyiapkan diri.

"Vaksin untuk corona belum didistribusikan. Jadi kalau memang ada keperluan sangat mendesak ke negara endemik dan negaranya belum di-lockdown, sebaiknya bekali diri," jelas Maki lewat seminar daring Vaksinasi pada Traveler dan Lansia yang diselenggarakan BBKPMS, Kamis (27/2/2020).

Maki menjelaskan, vaksinasi merupakan salah satu alat perlindungan diri bagi traveler yang akan berpergian ke daerah dengan riwayat endemik suatu penyakit.

Tak hanya infeksi akibat corona, beberapa negara memiliki riwayat endemik suatu penyakit, di antaranya influenza, hepatitis A, rabies, demam tifoid, tuberkulosis, japanese encephalitis, kolera, meningitis, sampai demam kuning.

Selain corona, beberapa penyakit di atas sudah ditemukan vaksinnya.

Baca juga: Hoaks Bawang Putih Lawan Virus Corona, Ahli: Rilis Obat Butuh 4 Tahap

"Sejumlah negara biasanya mensyaratkan vaksin tertentu. Misalkan meningitis dan influenza untuk orang yang umroh atau haji ke Arab Saudi. Influenza untuk ke AS. Karena flu di sana bisa menyebabkan kematian, tidak cuma pilek," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X