Waspada, 6 Tanda Tubuh Kekurangan Kalsium

Kompas.com - 06/03/2020, 12:03 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KOMPAS.com - Kalsium merupakan salah satu mineral yang penting bagi tubuh.

Tubuh membutuhkan kalsium untuk meningkatkan kepadatan tulang dan gigi.

Kegunaan kalsium lainnya adalah menunjang kinerja berbagai organ vital, termasuk jantung.

Baca juga: Lapar Tapi Tidak Selera Makan, Bisa Jadi Tanda Apa?

Kebutuhan kalsium harian setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung usia seseorang. Semakin tua, kebutuhan semakin meningkat.

Anak-anak usia nol sampai enam bulan hanya membutuhkan 200 miligram kalsium per hari.

Sementara orang dewasa berusia 19-30 tahun membutuhkan 1.000 miligram kalsium per hari.

Lain lagi dengan kebutuhan kalsium orang lanjut usia (lansia) di atas 71 tahun yang mencapai 1.200 miligram kalsium per hari.

Kekurangan kalsium bagi tubuh bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Bagi anak-anak, kekurangan kalsium bisa menyebabkan tinggi badan tidak maksimal dan rentan terjadi komplikasi kesehatan saat dewasa kelak.

Baca juga: Pusing Tak Tertahankan, Tanda Penyakit Apa?

Kekurangan kalsium juga bisa menyebabkan penyakit osteopenia yang menyebabkan kepadatan tulang menurun.

Serta, penyakit serius yang menyebabkan tulang gampang keropos atau osteoporosis.

Saat tubuh kekurangan kalsium, tubuh akan mengambil sisa kalsium yang ada di tulang belakang. Akibatnya, tulang jadi rapuh dan mudah cedera.

Sebelum kekurangan kalsium menimbulkan dampak serius, kenali beberapa tanda tubuh Anda kekurangan kalsium:

1. Masalah otot

Otot yang sakit, kram, dan kejang adalah tanda pertama kekurangan kalsium.

Orang yang kekurangan kalsium biasanya merasakan rasa sakit pada paha dan lengan, terutama ketiak, saat sedang berjalan.

Kekurangan kalsium juga bisa menimbulkan kesemutan dan rasa mati pada lengan, tangan, kaki, dan di sekitar mulut.

2. Kelelahan yang luar biasa

Kekurangan kalsium dapat menyebabkan masalah susah tidur, sehingga Anda kurang beristirahat.

Dampaknya, Anda jadi letih, lesu, mudah marah, kurang energi, dan merasa sangat lelah.

Rasa lelah yang berlebihan akibat kekurangan kalsium dapat menyebabkan sakit kepala ringan, tidak fokus, mudah lupa, dan sering kebingungan.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

3. Kesehatan kulit dan kuku terganggu

Kekurangan kalsium dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit dan kuku. Seperti kulit menjadi kering dan gatal-gatal.

Lebih dari itu, penyakit kekurangan kalsium (hipokalsemia) lebih sering terjadi dengan penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim.

Kekurangan kalsium juga dapat membuat kuku menjadi kering, mudah patah, dan rapuh.

4. Nyeri PMS

Studi menunjukkan, kekurangan kalsium dan vitamin D selama siklus haid dapat menyebabkan sindrom pramenstruasi (PMS) yang terasa lebih mengganggu.

Untuk itu, sebelum memasuki PMS, wanita disarankan mengonsumsi cukup kalsium agar haid tidak terasa nyeri atau mengganggu.

Baca juga: Waspada, Suka Makan Es Batu Berisiko Rusak Gigi dan Tanda Anemia

5. Masalah mulut

Saat tubuh kekurangan kalsium, satu tanda paling terlihat adalah masalah mulut.

Orang yang kekurangan kalsium biasanya merasakan akar giginya lemah, gusi gampang teriritasi, sampai gigi rapuh.

Bagian tubuh kita termasuk mulut membutuhkan kalsium agar tetap sehat.

6. Depresi

Selain berbagai gangguan atau masalah kesehatan fisik, kekurangan kalsium juga bisa memicu gangguan kesehatan mental.

Depresi disebut bisa jadi tanda kekurangan kalsium. Kekurangan kalsium bisa menyebabkan gangguan suasana hati.

Untuk memastikan apakah depresi yang terjadi karena kekurangan kalsium, berkonsultasilah dengan dokter.

Agar tubuh tak kekurangan kalsium, ada baiknya Anda mengenali berbagai makanan kaya kalsium.

Antara lain keju, susu, yoghurt, bayam, lobak, kubis, serta kacang kedelai.


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X