Kompas.com - 07/03/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi Virus Corona Stocktrek Images/Getty ImagesIlustrasi Virus Corona

KOMPAS.com - Menjaga daya tahan tubuh adalah kunci penting untuk meminimalisasi risiko infeksi di tengah merebaknya wabah virus corona jenis baru seperti saat ini.

Sistem kekebalan tubuh bekerja sepanjang waktu untuk melindungi kita dari mikroorganisme penyebab penyakit, termasuk virus corona.

Sistem kekebalan tubuh merupakan jaringan sel dan molekul yang sangat kompleks. Hingga saat ini, para ahli masih berusaha mendalami cara kerja sistem imunitas secara mendalam.

Oleh karena itu, banyak mitos mengenai sistem imunitas yang beredar dan membuat banyak orang salah kaprah.

Baca juga: Benarkah Suplemen Efektif Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Melansir laman Harvard Medical School, berikut mitos-mitos seputar sistem kekebalan tubuh dan faktanya:

1. Semakin aktif sistem kekebalan tubuh, maka kita akan semakin sehat

Faktanya, respons imunitas yang terlalu aktif justru mendatangkan gangguan autoimun, lupus, dan rheumatoid arthritis.

Melansir laman Cleveland, gangguan autoimun terjadi karena tubuh tidak dapat membedakan antara sel sehat dan normal.

Akibatnya, antibodi yang seharusnya melawan bakteri dan virus penyebab penyakit justru menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat.

2. Mengonsumsi banyak vitamin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Hingga saat ini, tidak ada riset ilmiah yang membuktikan bahwa mengonsumsi banyak vitamin akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Melansir Hello Sehat, terlalu banyak konsumsi vitamin justru membuat kita mengalami hipervitaminosis atau suatu kondisi di mana kadar vitamin dalam tubuh berlebihan hingga menyebabkan keracunan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.