Kompas.com - Diperbarui 14/09/2021, 15:43 WIB
Ilustrasi bawang putih AmaritaIlustrasi bawang putih

KOMPAS.com - Bawang putih seringkali hanya dianggap sebagai bumbu dapur biasa.

Tapi, siapa sangka, tanaman dengan nama latin Allium sativum ini juga punya banyak  manfaat kesehatan.

Sejarah mengungkap, bawang putih nyatanya pernah digunakan sebagai obat sejak zaman dahulu.

Baca juga: Ribuan Tahun Digunakan, Ini 6 Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan

Menurut sejarah di Timur Tengah, Asia Timur, dan Nepal, bawang putih dulu sempat digunakan untuk membantu mengobati bronkitis, tekanan darah tinggi, perut kembung, sampai demam.

Penggunaan bawang putih kemudian semakin moncer berkat bangsa penjajah seperti Prancis, Spanyol, dan Portugis.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan riset di bidang kesehatan, kandungan dan manfaat bawang putih pun mulai banyak diteliti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kandungan gizi bawang putih

Melansir Buku The Miracle of Herbs (2013) karya dr. Prapti Utami dan Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz, banyak zat positif yang terkandung di dalam bawang putih.

Komponen gizi utama yang terkandung dalam bawang putih yaitu protein, karbohidrat, dan lemak.

Sedangkan komponen mikron yang terdapat di dalam bawang putih berupa kalsium, besi, provitamin A, dan serat (crude fiber).

Lebih lengkapnya, berikut ini kandungan zat gizi bawang putih dalam 100 gram bahan:

  • Kadar air: 66,2-71 ml
  • Protein: 4,5-7 g
  • Karbohidrat: 23,1-24,6 g
  • Serat: 0,8 (g)
  • Kalsium: 26-42 mg
  • Besi: 1,4-1,5 mg
  • Thiamine: 0,25 g
  • Riboflavin: 0,08 g
  • Nicotinamide: 0,4 g
  • Asam Askorbat: 10 g
  • Kalium: 346-377 mg
  • Fosfor: 15-109 mg

Berkat kandungan kandungan zat gizi tersebut, bawang putih akhirnya dianggap memiliki banyak manfaat kesehatan.

Baca juga: Hoaks Bawang Putih Lawan Virus Corona, Ahli: Rilis Obat Butuh 4 Tahap

Berikut beberapa manfaat bawang putih untuk kesehatan yang sayang dilewatkan:

1. Bawang putih sebagai sumber antibiotik alami

Ilustrasi bawang putih, salah satu bahan alami untuk mengatasi amandelSHUTTERSTOCK Ilustrasi bawang putih, salah satu bahan alami untuk mengatasi amandel

Merangkum Buku Khasiat dan Manfaat Bawang Putih (2003) karya Dra. Iyam Siti Syamsiah, Apt dan Tajudin S.Si, ketika bawang putih segar dihancurkan dengan cara dicincang maupun ditumbuk, akan keluar zat aktif berupa sulfur atau belerang.

Zat dalam bawang putih ini diyakini mampu mengambil peran sebagai antibiotik alami yang efektif bagi tubuh.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa bawang putih baik bagi kekebalan tubuh karena mengandung antibakteri dan antijamur.

Kandungan zat gizi bawang putih bahkan dilaporkan mampu melawan beberapa masalah kesehatan seperti:

  • Infeksi oportunistik (IO) Herpes virus Sitomegalovirus
  • Organisme mikrobakteri Kandida
  • Kriptosporidiosis (kripto)
  • HIV

2. Bawang putih untuk meredakan flu dan batuk

Selain menimbulkan bau dan rasa yang khas, kandungan sulfur dalam bawang putih dilaporkan dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mukosa pada saluran pernapasan.

Efek yang diberikan adalah melegakan pemampatan dan membantu mengeluarkan lendir.

Bawang putih juga diketahui mengandung zat phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit.

Penelitian yang pernah dilakukan oleh Universitas Brigham Young di Utah pada 1992, melaporkan bawang putih tumbuk dalam minyak dapat membunuh virus Rhinivirus tipe 2 sebagai penyebab flu.

Baca juga: 15 Manfaat Konsumsi Kunyit, Obat Demam hingga Anti Racun

3. Bawang putih untuk obat awet muda

Penelitian yang dilakulan oleh Dr. Yongxiang Zhang dari University of Tokyo Jepang beberapa tahun silam mendapati manfaat bawang putih dapat menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan.

Penelitian yang dilakukan pada hewan ini juga membuktikan bawang putih dapat membantu menghambat proses penuaan.

Untuk manfaat bawang putih sebagai obat awet muda pada manusia, masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

4. Bawang putih untuk obat antikanker

Mengonsumsi bawang putih secara teratur diyakini dapat mencegah penyakit kanker.

Hal itu merujuk pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Memorial Sloan Kattering Cancer Center.

Para peneliti menemukan bahwa kimia bernama SAMC di dalam bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Selain itu, zat organosulfida dalam bawang dipercaya dapat membantu organ hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk penyebab kanker, terutama kanker perut dan usus besar.

5. Bawang putih memiliki sifat antistres

Ilustrasi bawang putih kupas. PEXELS/ Cats Coming Ilustrasi bawang putih kupas.

Ahli bernama Dr. Gilles Fillion dari Institute Pasteur di Perancis menemukan bahwa bawang putih ternyata mampu membantu melepaskan serotin atau zat yang mampu mengendalikan rasa cemas, murung, agresif, hingga stres.

Kadar serotonin yang dilepaskan bawang putih bahkan tergolong cukup tinggi, sehingga diyakini bisa dipakai sebagai penenang karena memberikan efek menentramkan.

Baca juga: 13 Manfaat Konsumsi Jahe, Bukan Hanya untuk Tingkatkan Imunitas

6. Bawang putih bisa menurunkan tingkat kolesterol

Bawang putih juga dilaporkan mengandung zat antikolesterol bernama ajoene yang dapat mencegah penggumpalan darah.

Namun, manfaat bawang putih untuk hal ini jelas masih kurang efektif jika dibandingkan dengan pengaturan pola makan secara lebih umum dan konsumsi obat khusus penurun kolesterol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.