Kompas.com - 13/03/2020, 20:00 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Masker bedah atau masker sekali pakai menjadi barang langka menyusul wabah penyakit infeksi virus corona jenis baru (Covid-19).

Tak pelak, banyak orang menggunakan masker alternatif untuk melindungi diri dari debu, polusi, atau mencegah penularan penyakit.

Beberapa orang memakai masker alternatif dengan mencuci masker sekali pakai, menyetrika, lalu menggunakannya kembali.

Ada juga yang membuat masker darurat dengan bahan tisu basah. Lantas, efektifkah masker alternatif tersebut?

Baca juga: Masker, Cuci Tangan, dan Hand Sanitizer, Mana Paling Ampuh Cegah Corona?

Masker Bedah Dicuci dan Masker dari Tisu Basah

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto, mengatakan pentingnya bijak menyikapi persoalan masker.

"Rasional saja deh," kata dr Yuri, saat berbincang dengan Clarin Hayes, seperti disiarkan akun Youtube Clarin Hayes, (7/3/2020).

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Salah Kaprah Masker Bedah Dicuci dan Masker Tisu Basah
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi soal penggunaan berulang masker bedah setelah dicuci dan masker dari tisu basah.
Bagikan artikel ini melalui

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes ini, masker sekali pakai atau masker bedah tidak bisa digunakan kembali kendati sudah dicuci dan disetrika.

"Begitu sudah dicuci, ya sudah rusak maskernya. Masker sekali pakai yang sudah dipakai, ya dibuang," jelasnya.

Baca juga: Bersihkan Tangan Cara Terbaik Cegah Tertular Corona, Bukan Masker

Tak hanya soal masker sekali pakai yang dicuci untuk digunakan berulang kali, Yuri juga menjawab pertanyaan Clarin Hayes menyikapi fenomena penggunaan masker dari tisu basah di tengah kelangkaan masker.

"Hati-hati, tisu basah kan ada cairan kimianya, bisa terhirup. Terus itu (tisu) juga basah. Jadi debu dan kuman bisa ikut nempel," kata dia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.