Kompas.com - 14/03/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi tidur. ShutterstockIlustrasi tidur.

Studi pada 2016 menyebut, untuk membayar utang tidur satu jam di malam hari, tubuh Anda butuh beristirahat empat hari agar sistem dalam tubuh kembali normal.

Selain itu, ketika Anda tidur terlalu lama di hari Sabtu dan Minggu, praktis mata jadi sulit terpejam pada Minggu malam.

Siklus defisit atau utang tidur lantas jadi berlanjut ke pekan berikutnya dan membangun lingkaran setan kurang tidur.

Bahaya menebus utang tidur di akhir pekan

Beberapa orang punya kebiasaan menumpuk utang tidur di hari kerja dan menebusnya di akhir pekan. Ternyata, kebiasaan tersebut tidak sehat.

Melansir Web MD, studi dari University of Colorado AS (2019) membuktikan, menebus utang tidur di akhir pekan justru menjadi bumerang bagi tubuh.

Para ahli meneliti kebiasaan objek penelitiannya yang hanya tidur lima jam setiap malam pada Senin-Jumat, lalu tidur sepuasnya saat Sabtu dan Minggu.

Hasilnya, orang yang kurang tidur tersebut cenderung makan lebih banyak di malam hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, mereka juga kehilangan sensitivitas pada insulin di hati dan otot. Insulin adalah hormon pengatur gula darah.

Penurunan sensitivitas insulin dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2.

Baca juga: Susah Tidur di Malam Hari Terasa Mengganggu, Coba 7 Tips Mudah Berikut

Kiat memutus mata rantai utang tidur

Jika Anda kesulitan mendapatkan tidur berkualitas dan memenuhi waktu tidur yang cukup, ada beberapa cara untuk mengatasinya. Antara lain:

  • Tidur siang selama 20 menit di siang hari
  • Tidur siang di akhir pekan tak lebih dari dua jam dari jadwal tidur sehari-hari
  • Bayar utang tidur langsung sehari atau dua hari setelah kurang tidur dengan tidur lebih lama
  • Setelah kurang tidur, upayakan tidur lebih awal di malam berikutnya

Jika kurang tidur sudah menjadi kebiasaan kronis, ada baiknya Anda meminta bantuan profesional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.