Kompas.com - 29/03/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi menyusui ShutterstockIlustrasi menyusui

KOMPAS.com – Perkembangan seks manusia berbeda dengan hewan dan bersifat kompleks.

Pada hewan, seks dilakukan hanya untuk kepentingan mempertahankan generasi atau keturunan.

Seks pada hewan juga dilakukan pada musim tertentu dan berdasarkan dorongan insting.

Sementara, pada manusia, seks berkaitan dengan persoalan biologis, fisiologis, psikologis, sosial, hingga norma yang berlaku.

Pertumbuhan dan perkembangan seks pada manusia juga sesuai dengan makin bertambahnya umur dan dimulai sejak kelahirannya.

Baca juga: Bagaimana Aktivitas Seks yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh?

Tahap pertumbuhan dan perkembangan seks manusia

Dalam Buku Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2 (2009) karya dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, Sp.OG., dijelaskan bahwa ada 5 tahap pertumbuhan dan perkembangan seks yang terjadi pada manusia.

Berikut penjelasannya:

1. Tahap oral

Sampai mencapai umur sekitar 1-2 tahun, tingkat kepuasaan seks manusia dicapai dengan mengisap putting susu ibu, dot botol, atau mengisap jari tangan.

Dengan demikian, banyak bayi ditemukan baru bisa tidur setelah disusui oleh ibunya, mengisap botol, atau tidur sambil mengisap jarinya.

Jadi, perilaku tersebut sebenarnya tidak perlu dilarang.

2. Tahap anal

Pada tahap ini, kepuasaan seks manusia didapat melalui rangsangan anus saat buang air besar (BAB).

Di mana, saat usia 3-4 tahun, anak biasanya ditemui sering duduk lama di toilet, sehingga kepuasaanya tercapai.

Baca juga: 5 Posisi Seks Ampuh untuk Pelepas Stres

3. Tahap falik

Tahapan pertumbuhan dan perkembangan seks manusia ini terjadi saat seseorang berusia 3-4 tahun, dengan jalan mempermainkan alat kemaluan sendiri.

4. Tahap laten

Tahap ini terjadi sekitar umur 6-12 tahun. Di mana, tingkah laku seksual seolah-olah terbenam karena mungkin lebih banyak bermain.

Pada usia itu, anak-anak normalnya sudah mulai masuk sekolah dan harus mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Mereka pada akhirnya cepat lelah dan lekas tertidur untuk siap bangun pagi, lalu pergi ke sekolah lagi.

5. Tahap genital

Tahap seksual ini pada umumnya terjadi pada usia sekitar 12-15 tahun.

Tanda seks sekunder mulai berkembang dan keinginan seks dalam bentuk libido (nafsu syahwat) mulai tampak dan terus berlangsung sampai mencapai usia lanjut.

Tanda-tanda yang muncul, di antaranya:

  • Suara mulai berubah
  • Keinginan dipuja dan memuja mulai muncul
  • Keinginan bercumbu dan dicumbu pun mulai tampak

Tahap ini termasuk masa yang bisa dibilang sangat berbahaya, sehingga memerlukan perhatian orang lain, terutama orangtua di sekitar.

Pada wanita, telah mulai datang bulan atau menstruasi.

Baca juga: Ini yang Terjadi Saat Wanita Alami Mimpi Basah

 

Sementara, pada pria mulai mimpi basah sehingga dapat menyebabkan kehamilan atau hamil apabila berhubungan seks dengan lawan jenis.

Karena kematangan jiwa dan jasmani belum mencapai tingkat dewasa, maka kehamilan yang tidak dikehendaki bisa memberi dampak kejiawaan yang menyedihkan.

Dalam Buku Kesehatan Reproduksi Remaja: Implementasi PKPR dalam Teman Sebaya (2018) karya Nessi Meilan, SST, M.Kes, dkk., dijelaskan tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya ialah kematangan.

Beberapa perubahan pada tubuh yang terjadi, yakni:

  • Pertambahan tinggi dan berat tubuh
  • Pertumbuhan tulang dan otot
  • Kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi
  • Perubahan fisik otak strukturnya semakin sempurna untuk meningkatkan kemampuan kognitif

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Rahim Turun
Rahim Turun
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

Health
Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

Health
Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Health
Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Health
4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.