Kompas.com - 15/02/2020, 21:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Mimpi basah selama ini selalu identik dengan laki-laki yang telah mengalami pubertas.

Namun pada kenyataannya wanita juga bisa mengalami mimpi basah yang dalam istilah medis dikenal sebagai emisi nocturnal tersebut.

Proses mimpi basah pada wanita tentu tak sama dengan apa yang terjadi pada laki-laki.

Baca juga: Mimpi Basah: Penyebab, Rentang Usia, dan Frekuensi Normal

Melansir Buku Diskusi Seksologi Modern: Menerabas Lorong Gelap Kehidupan (2013) karya dr. Zamzani Sutriyanto, mimpi basah terjadi ketika seseorag mengalami tidur gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM).

REM bisa dipahami sebagai tahap tidur yang dalam dan terjadi mimpi, kemudian laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks.

Seperti namanya, REM ditandai dengan erakan bola mata yang cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya sedikit yang mampu mengingat

Menurut dr. Zamzani, wanita juga bisa mengalami mimpi erotis dalam tidurnya. Tapi memang hanya sedikit perempuan yang dapat mengingat kejadian itu dan bahkan ada yang lupa sama sekali.

Hal itulah yang akhirnya membuat banyak orang menganggap wanita tidak mengalami emisi nokturnal seperti pria.

dr. Zamzani memastikan mimpi basah yang dialami seorang wanita adalah sesuatu yang normal.

Menurut dia, seorang wanita yang mimpi basah bukan berarti mengalami hilangnya minat dan respons seksual (frigiditas) atau gairah seksual berlebih (nymphomania).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.