Kompas.com - 08/04/2020, 11:59 WIB

KOMPAS.com – Gula adalah “bahan bakar” yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan energi,

Di dalam sel, gula akan diolah menjadi energi atau tenaga untuk kebutuhan mendadak..

Selain itu, sebagian gula akan disimpan agar dapat dipakai pada suatu waktu jika dibutuhkan.

Jadi, tubuh manusia bergantung pada makanan untuk memenuhi kebutuhan energi yang bisa dipergunakan untuk segala aktivitas, mulai dari memompa darah ke seluruh tubuh, berbicara, termasuk berpikir.

Baca juga: Penderita Diabetes Rentan Virus Corona, Begini Baiknya...

Sementara, pada penderita diabetes, ditemukan adanya masalah dengan insulin, yakni hormon alami yang diproduksi oleh pankreas untuk mengubah glukosa menjadi energi dan membantu tubuh menyimpan energi tersebut.

Masalah insulin yang muncul bisa jadi berupa:

  • Jumlah insulin yang kurang
  • Efek kerja insulin dalam hal memasukkan gula ke dalam sel tidak sempurna
  • Bisa juga keduanya sehingga gula darah tetap tinggi

Dalam Buku Diabetes? Siapa Takut (2009) karya Dr. Sri. Hartini KS Kariadi, dijelaskan bahwa gula darah yang tinggi merupakan ciri khas diabetes.

Pemasukan gula ke dalam sel-sel kurang

Pada diabetes, karena insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang sehingga energi yag dibentuk pun kurang.

Inilah sebabnya orang yang merasa kurang tenaga bisa jadi mengalami diabetes.

Sementara, otak akan “berpikir” bahwa kurang energi itu disebabkan karena kurang makan, maka tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan rasa lapar.

Alhasil, timbullah perasaan selalu ingin makan, lalu makan terus, banyak, dan yang enak-enak.

Kondisi ini juga yang kemudian menyebabkan seorang penderita diabetes ingin ngemil terus.

Baca juga: 4 Tanda Awal Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Namun, bagi penderita diabetes, sering makan ini biasanya tidak diikuti dengan badan gemuk, tapi malah menjadi kurus.

Mengapa demikian?

Hal ini menyangkut pertanyaan, “Kurang insulin membuat kurang energi, lalu bagaimana tubuh mengatasinya?”.

Ketika tubuh tidak bisa mendapatkan energi yang cukup dari gula karena kurang insulin, sel-sel seolah-olah akan berteriak “tidak ada energi”.

Mendapati kondisi itu, tubuh akan bergegas mengolah zat-zat lain di dalam tubuh untuk diubah menjadi energi, seperti lemak dan protein.

Apabila hal tersebut berlangsung cukup lama, orang an tampak kurus dan berat badannya turun.

Baca juga: 5 Gejala Diabetes pada Anak, Tak Hanya Diderita Orang Tua

Jadi, berdasarkan keterangan tersebut, bisa dipahami bahwa sering lapar hingga makan banyak tapi badan malah menjadi kurus bisa jadi adalah tanda seseorang mengidap diabetes yang belum diobati.

Sementara, setelah diobati, kondisi yang mucul bisa kebalikannya, yakni makan dibatasi tetapi badan jadi gemuk lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.