Kompas.com - 08/04/2020, 16:00 WIB
ilustrasi masker non medis shutterstockilustrasi masker non medis

KOMPAS.com - Memakai masker dianggap sebagai cara efektif untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19.

Oleh karena itu, semua orang yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk mengenakannya.

Sebelumnya, hanya orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona jenis baru direkomendasikan untuk memakai masker.

Setelah melakukukan riset lebih lanjut, Organisasi Kesehatan Dunia dan pemerintah pun merekomendasikan penggunaan masker untuk semua orang.

Aaron Hamilton, ahli kesehatan dari Cleveland Clinic mengatakan, pemakaian masker memang memberi perlindungan ekstra dari bakteri dan virus penyebab penyakit menular.

Baca juga: 4 Cara Melawan Putus Asa Hadapi Pandemi Virus Corona

"Sebaiknya, kita tetap memakai masker saat sedang beraktifitas di luar rumah," ucap dia.

Menurut para pakar dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), sebagian besar yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukan gejala apapaun. Hal inilah yang membuat penyebaran virus ini semakin tak terkendali.

"Virus corona bisa menyebar hingga jarak dua meter. Penularan bisa terjadi lewat droplet atau percikan yang keluar lewat batuk, bersin, atau berbicara satu sama lain," ucap Hamilton.

Ia juga menambahkan, penularan tersebut bisa terjadi lewat orang yang tidak menunjukan tanda-tanda infeksi virus corona, seperti demam, sesak napas atau batuk.

Hamilton menilai masker kain juga efektif untuk mencegah penyebaran virus corona. Jadi, kita tidak perlu mengenakan masker bedah atau masker N95 yang biasa dipakai oleh petugas medis.

Menurutnya, memakai masker kain bisa membantu mencegah droplet yang kita keluarkan saat batuk, berbicara atau bersin tidak mengenai orang lain.

Baca juga: Pakai Masker Bikin Kacamata Berembun? Begini Cara Mengatasinya...

"Hal ini tentu dapat memperlambat penyebaran virus," tambahnya.

Selain itu, masker kain juga dapat mencegah kita dari kebiasaan menyentuh wajah dan menjadi pengingat visual untuk mempraktikan phisycal distancing.

Masker yang efektif untuk mencegah virus

CDC juga menyarankan agar kita tidak memakai masker bedah atau masker N95 karena masker tersebut lebih baik digunakan oleh petugas medis.

"Masker kain yang bisa kita buat sendiri di rumah juga efektif untuk mengurangi penyebaran virus," ucap Hamilton.

Namun, tidak semua orang diperbolehkan memakai masker. Berikut kategori orang yang tidak disarankan memakai masker menurut CDC:

  • anak-anak di bawah usia dua tahun
  • siapapun yang kesulitan bernapas
  • orang yang dalam keadaan tidak sadar dan memiliki gangguan fungsi tubuh sehingga tidak bisa melepas masker tanpa bantuan.

Agar fungsi masker bekerja efektif, CDC merekomendasikan kita untuk memperhatikan hal berikut:

  • gunakan masker dengan nyaman
  • pastikan masker terikat dengan kuat dan nyaman sehingga tidak mudah lepas
  • masker harus terbyat dengan bahan berlapis-lapis
  • masker harus tetap memungkinkan kita bernapas dengan baik
  • masker tidak rusak atau berubah bentuk ketika dicuci.

Baca juga: 4 Cara Efektif Mendapatkan Vitamin D, Selain Berjemur

Menjaga kebersihan masker

Masker yang kita gunakan juga harus dicuci setiap selesai digunakan. Jika tidak dapat segera mencucinya, simpan di dalam kantong plastik atau keranjang, dan jangan dipakai kembali.

"Cuci masker dengan deterjen dan air hangat lalu segera keringkan. Jika masker rusak saat dicuci atau terlihat sangat kotor, sebaiknya buang masker tersebut," saran Hamilton.

Ketika kita ingin melepas masker untuk waktu yang singkat, lipat masker dan usahakan bagian luarnya tidak bersentuhan dengan bagian luar saat disimpan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.