Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 26/04/2020, 20:20 WIB

"Jika logam saja bisa terkikis, bayangkan apa dampaknya bagi kulit atau organ dalam Anda," jelas Smith.

Cairan disinfektan yang masuk ke tenggorokan juga tidak kalah berbahaya bagi kesehatan.

Minum cairan diinfektan dapat melukai tenggorokan, kerongkongan, sampai perut.

Anda bisa susah menelan asupan karena tenggorokan sangat sakit, mulut terus-menerus mengeluarkan air liur, kesulitan bernapas, muntah, sakit perut, dan sakit dada.

Baca juga: Jajal Challenge Viral saat Pandemi Corona Baik untuk Kesehatan Mental

Cairan disinfektan yang terhirup juga bisa menyebabkan masalah pernapasan parah dan menimbulkan syok akibat paru-paru rusak.

Sementara cairan disinfektan yang disuntikkan ke dalam tubuh dapat merusak ginjal dan menyebabkan pembekuan darah. Kondisi ini rentan mengancam keselamatan jiwa.

Selain klorin, produk disinfektan berbasis hidrogen peroksida juga tak kalah berbahaya apabila tidak digunakan dengan cara lazim.

Apabila disinfektan berbasis hidrogen peroksida tertelan, tenggorokan bisa melepuh.

Korban juga bisa susah bernapas, mengalami pendarahan lambung, koma, sampai meninggal dunia.

Untuk itu, Anda perlu berhati-hati menggunakan produk disinfektan.

Baca juga: Panduan Bahan dan Keamanan Disinfektan untuk Cegah Virus Corona

Gunakan cairan disinfektan hanya untuk mendisinfeksi benda-benda yang sering dipegang seperti permukaan meja, gagang pintu, hingga lantai.

Cara untuk mencegah penularan virus coorna terbaik adalah rajin mencuci tangan, tinggal di rumah kecuali ada kepentingan mendesak, mengonsumsi asupan bergizi seimbang, cukup tidur, dan rutin berolahraga.

Saat berada di luar rumah, selalu gunakan masker dan jaga jarak aman dari orang sekitar minimal dua meter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber WebMD,WHO
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+