Kompas.com - 26/04/2020, 20:20 WIB
Ilustrasi disinfektan shutterstockIlustrasi disinfektan

KOMPAS.com - Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan virus.

Disinfeksi atau pembersihan kuman dengan penyemprotan cairan disinfektan kini jamak dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Kendati sejumlah bahan disinfektan ampuh menangkal virus corona, namun salah kaprah penggunaan disinfektan dapat membahayakan kesehatan.

Baca juga: Hand Sanitizer Kedaluwarsa Bisa Kurang Manjur Tangkal Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mewanti-wanti agar publik tidak sembarangan menggunakan disinfektan untuk mencegah virus corona.

Penyemprotkan disinfektan berbasis alkohol atau klorin ke tubuh tidak dapat membunuh virus atau bakteri yang masuk ke tubuh.

Penyemprotan disinfektan ke tubuh justru membahayakan kesehatan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Waspada, Keracunan Disinfektan bisa sampai Sebabkan Kematian
Hati-hati, keracunan disinfektan bisa membuat sakit tenggorokan, syok paru-paru, pendarahan lambung, sampai meninggal dunia.
Bagikan artikel ini melalui

Dokter Michael Smith MD dari Web MD juga menegaskan, penggunaan disinfektan dengan cara dihirup, disuntikkan, ditelan, atau disemprotkan ke tubuh sangat berbahaya. Bahkan, dampak keracunan bisa sampai mematikan.

"Sangat berbahaya apabila disinfektan terhirup, tertelan, atau disemprotkan ke tubuh," tegas dia.

Baca juga: Gejala Infeksi Virus Corona Bisa Berbeda, Tergantung Daya Tahan Tubuh

Untuk memahami bahaya kesehatan penggunaan disinfektan secara sembarangan, Anda perlu mencermati label keamanan produk.

Disinfektan berbasis pemutih yang mengandung klorin salah satunya, produk ini korosif atau bisa menggerus logam.

"Jika logam saja bisa terkikis, bayangkan apa dampaknya bagi kulit atau organ dalam Anda," jelas Smith.

Cairan disinfektan yang masuk ke tenggorokan juga tidak kalah berbahaya bagi kesehatan.

Minum cairan diinfektan dapat melukai tenggorokan, kerongkongan, sampai perut.

Anda bisa susah menelan asupan karena tenggorokan sangat sakit, mulut terus-menerus mengeluarkan air liur, kesulitan bernapas, muntah, sakit perut, dan sakit dada.

Baca juga: Jajal Challenge Viral saat Pandemi Corona Baik untuk Kesehatan Mental

Cairan disinfektan yang terhirup juga bisa menyebabkan masalah pernapasan parah dan menimbulkan syok akibat paru-paru rusak.

Sementara cairan disinfektan yang disuntikkan ke dalam tubuh dapat merusak ginjal dan menyebabkan pembekuan darah. Kondisi ini rentan mengancam keselamatan jiwa.

Selain klorin, produk disinfektan berbasis hidrogen peroksida juga tak kalah berbahaya apabila tidak digunakan dengan cara lazim.

Apabila disinfektan berbasis hidrogen peroksida tertelan, tenggorokan bisa melepuh.

Korban juga bisa susah bernapas, mengalami pendarahan lambung, koma, sampai meninggal dunia.

Untuk itu, Anda perlu berhati-hati menggunakan produk disinfektan.

Baca juga: Panduan Bahan dan Keamanan Disinfektan untuk Cegah Virus Corona

Gunakan cairan disinfektan hanya untuk mendisinfeksi benda-benda yang sering dipegang seperti permukaan meja, gagang pintu, hingga lantai.

Cara untuk mencegah penularan virus coorna terbaik adalah rajin mencuci tangan, tinggal di rumah kecuali ada kepentingan mendesak, mengonsumsi asupan bergizi seimbang, cukup tidur, dan rutin berolahraga.

Saat berada di luar rumah, selalu gunakan masker dan jaga jarak aman dari orang sekitar minimal dua meter.


Sumber WebMD,WHO
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Kepala
Sakit Kepala
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
Infeksi Parasit

Infeksi Parasit

Penyakit
Lidah Geografik

Lidah Geografik

Penyakit
Bibir Sobek

Bibir Sobek

Penyakit
Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Health
Kaki Panjang Sebelah

Kaki Panjang Sebelah

Penyakit
Kisah M. Habib Shaleh, 'Lahir Kembali' setelah Koma Cedera Olahraga

Kisah M. Habib Shaleh, "Lahir Kembali" setelah Koma Cedera Olahraga

Health
Gangguan Elektrolit

Gangguan Elektrolit

Penyakit
4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

Health
Leher Kaku

Leher Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.