Kompas.com - 28/04/2020, 20:02 WIB

Pola tidur tersebut berbeda dengan orang dewasa lain yang banyak beraktivitas pada malam hari, seperti artis, satpam, atau sopir taksi.

Pekerjaan yang dikerjakan pada malam hari menyebabkan mereka tidur pagi hingga siang hari.

Sementara, pada siang hingga malam atau bahkan dini hari, mereka bekerja kembali. Setelah bekerja, mereka akan tidur lagi hingga siang, dan seterusnya.

Pola tidur mereka mirip “kelelawar”. Namun, gaya hidup yang salah apalagi dengan tekanan kerja sehari-hari, membuat mereka mereka rentan terserang insomnia dan berbagai gangguan tidur lainnya.

Padahal kekurangan tidur ini dapat merugikan tubuh.

Baca juga: 5 Penyebab Telapak Kaki Sakit Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari

Risiko kekurangan tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan penurunkan daya tahan tubuh.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Selain itu, kurang tidur juga mengakibatkan penurunkan kemampuan mental, kemampuan otak, dan kreativitas untuk menggunakan data hapalan.

Penurunkan kemampuan otak tersebut secara otomatis akan menurunkan produktivitas kerja.

Secara psikologis, seseorang yang kurang tidur cenderung mengalami gangguan stabilitas emosional.

Orang pun akan mudah marah, kecewa, sedih, dan tidak bergairah seperti lemah, letih, lesu.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.