Kompas.com - 09/05/2020, 17:28 WIB
Huawei P20 Pro turut menyematkan fungsi kecerdasan buatan bernama Master AI untuk mendeteksi jenis subyek foto dan melakukan penyesuaian parameter pemotretan secara otomatis, termasuk menampilkan level gauge untuk landscape. Namun  pendeteksiannya tak selalu akurat, seperti foto kanan yang dianggap sebagai bunga, padahal obyeknya dalah gelas berisi minuman cincau. Penyesuainnya pun kadang agak berlebihan, seperti foto langit di kiri yang tampak terlalu biru saat Master AI menerapkan mode Blue Sky secara otomatis. 
KOMPAS.com/ OIK YUSUFHuawei P20 Pro turut menyematkan fungsi kecerdasan buatan bernama Master AI untuk mendeteksi jenis subyek foto dan melakukan penyesuaian parameter pemotretan secara otomatis, termasuk menampilkan level gauge untuk landscape. Namun pendeteksiannya tak selalu akurat, seperti foto kanan yang dianggap sebagai bunga, padahal obyeknya dalah gelas berisi minuman cincau. Penyesuainnya pun kadang agak berlebihan, seperti foto langit di kiri yang tampak terlalu biru saat Master AI menerapkan mode Blue Sky secara otomatis.


KOMPAS.com – Cincau selama ini kerap dikonsumsi sebagai bahan campuran minuman dingin, seperti es buah maupun sirop.

Meminum es cincau sudah menjadi rahasia umum, yakni dapat melegakan tenggorokan dan terasa segar di mulut.

Namun ternyata, cincau tak hanya bermanfaat untuk melepas dahaga.

Lebih dari itu, bahan makanan ini rupanya punya banyak khasiat atau manfaat kesehatan.

Baca juga: 10 Manfaat Biji Selasih, Baik untuk Tulang hingga Cegah Sakit Jantung

Kandungan gizi cincau

Berbagai informasi menunjukkan bahwa cincau hijau maupun cincau hitam tak perlu diragukan peranannya sebagai bahan pangan yang diyakin memiliki sejumlah khasiat kesehatan.

Beberapa kandungan gizi dalam daun cincau hijau misalnya. Dalam 100 gram bahan daun cincau hijau, terdapat banyak zat gizi sebagai berikut:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Kalori 122 kal
  • Protein 6 gram
  • Lemak 1 gram
  • Hidrat arang 26 gram
  • Kalsium 100 miligram
  • Fosfot 100 miligram
  • Besi 3,3 miligram
  • Vitamin A 107,5 SI
  • Vitamin B1 80 miligram
  • Vitamin C 17 gram
  • Bahan yang dapat dicerna 40 persen

Kalori yang dihasilkan daun cincau hijau sebanyak 122 kal, artinya relatif lebih rendah dibandingkan dengan kalori yang berasal dari gelatin atau gula pasir, gula aren, maupun gula kelapa.

Namun, kalori dari daun cincau ternyata memang masih lebih tinggi dibanding dengan kalori yang dihasilkan dari sebagian besar sayuran dan buah-buahan.

Baca juga: Waspadai Efek Buruk Minum Teh Saat Buka Puasa dan Sahur

Sedangkan protein yang terkandung di dalam daun cincau hijau ada sebanyak 6 gram, tergolong rendah. Walaupun, masih banyak jenis sayuran yang memiliki kandungan protein lebih rendah daripada cincau.

Sementara, lemak dalam daun cincau hijau termasuk rendah. Tapi, masih lebih tinggi dibanding dengan kandungan lemak buah-buahan pada umumnya.

Menjadi kelemahan, kandungan hidrat arang, kalsium, fosfot dan besi di dalam daun cincau hijau termasuk kategori rendah.

Baca juga: 6 Jenis Tanaman Herbal untuk Cegah Infeksi Virus Corona

Kandungan vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C juga jumlahny tidak banyak. Tapi, kandungan air dalam cincau hijau bisa mencapai 66 persen dari bobot daunnya, yakni 66 gram.

Kandungan gizi cincau ini tak jauh beda dengan kandungan gizi dalam cincau hitam, cincau minyak maupun cincau perdu.

Kompoten gizi yang terkandung dalam bahan tanaman tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Jenis tanaman
  • Umur bagian tanaman
  • Perlakuan budi daya
  • Kesehatan tanaman

Oleh karena itu, pemanfaatan cincau seraca umum adalah sama, yakni sebagai bahan baku minuman. Namun, dukungan gizi dan dampak yang dihasilkan bisa berbeda.

Manfaat kesehatan cincau

Manfaat suatu bahan pangan dapat dilihat dari kandungan gizinya.

Berikut ini beberapa manfaat dari cincau:

1. Mencegah kanker kulit

Melansir Buku The Healing Power of Antioxidant (2015) oleh Lanny Lingga, Ph.D, tak banyak orang yang mengetahui manfaat cincau sebagai antioksidan.

Kandungan vitamin E pada cincau cukup tinggi. Sementara, kita mengenal vitamin E sebagai antioksidan.

Kemampuan antioksidan vitamin E tersebut meningkat dengan adanya zat nirgizi pada cincau yang berkhasiat sebagai antioksidan.

Baca juga: 6 Jenis Tanaman Herbal yang Baik untuk Jaga Imunitas Saat Puasa

Cincau hitam khususnya, mengandung beberapa macam antioksidan berupa senyawa fenol, yakni:

  • Caffeic acid
  • Vanelic acid
  • Syrinic acid
  • Protocatecuic acid
  • P-hydroxybenxoic acid

Fenol-fenol tersebut memiiki kemampuan untuk mereduksi hidroksil yang berasal dari radiasi surya.

Radiasi surya adalah radikal bebas yang sangat berbahaya bagi kesehatan sel manusia.

Salah satu sel yang peka terhadap radiasi sinarbiru adalah sel mata.

Paparan sinar biru yang terbawa oleh pancaran sinar matahari berdampak merusak terhadap mata.

Selain itu, sinar ultraviolet (UV) A dan UV-B yang terpancar ke bumi dapat pula menyebabkan degenerasi kulit hingga memicu timbulnya melanoma pada kulit.

Jika terus-menerus memapar tubuh, seluruh sel tubuh menjadi rentan.

Radikal bebas tersebut dapat memengaruhi kestabilan DNA hingga menimbulkan beragam dampak buruk bagi kesehatan.

Kanker kulit merupakan kejadian buruk yang dipicu oleh radikal bebas ultraviolet.

Selain itu, paparan sinar UV yang berlebih juga mendorong kerentanan DNA yang turut memicu aktivitas berbagai macam kanker lain.

Baca juga: Dokter Sebut Ubah Warna Kulit Jadi Putih Bisa Picu Kanker Kulit

2. Mencegah kanker usus

Melansir Buku Cincau: Cara Pembuatan & Variasi Olahannya (2005) oleh Setijo Pitojo & Zumiati, cincau merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung serat alami yang mudah dicerna tubuh manusia.

Masyarakat kini menyadari peran penting serat alami yang ada dalam bahan makanan untuk kesehatan tubuh.

Serat alami jelas berperan dalam mendukung proses pencernaan.

Selain itu, serat alami juga bermanfat untuk mencegah timbulnya penyakit kanker usus.

3. Mengobati panas dalam

Karena kandungan gizinya, gelatin cincau diakui bermanfaat untuk mengobati panas dalam dan sakit perut (abdomen discomfort).

4. Penurun tekanan darah tinggi

Pekerja pabrik janggelan milik Sumarni di Magetan, Jatim, membersihkan gelembung di atas ember sebelum didinginkan. Setiap hari selama bulan puasa pabrik janggelan Sumarni menghasilkan 400 ember 23 kilogram dan 10 kilogram yang dipasarkan sekitar Magetan, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Sragen hingga ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Janggelan atau cincau hitam biasanya disajikan sebagai campuran minuman untuk berbuka puasa.KOMPAS.com/SUKOCO Pekerja pabrik janggelan milik Sumarni di Magetan, Jatim, membersihkan gelembung di atas ember sebelum didinginkan. Setiap hari selama bulan puasa pabrik janggelan Sumarni menghasilkan 400 ember 23 kilogram dan 10 kilogram yang dipasarkan sekitar Magetan, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Sragen hingga ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Janggelan atau cincau hitam biasanya disajikan sebagai campuran minuman untuk berbuka puasa.

Malansir Buku Cincau Hitam: Mengolah Simplisia Tanaman Cincau Hitam Menjadi Pangan FUngsional yang Higienis, Praktis, dan Menarik (2007) oleh Ir. Tri Dewanti Widyaningsih, M.Kes, sejak zaman dahulu, gel cincau diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

Secara empiris, cincau hitam khususnya, dapat digunakan untuk beberapa manfaat kesehatan berikut:

  • Penurun panas dalam
  • Demam
  • Sakit perut (perut mual)
  • Diare
  • Batuk
  • Sariawan
  • Pencegah gangguan pencernaan
  • Penurun tekanan darah tinggi

Di China dan Taiwan, cincau hitam atau lebih dikenal dengan nama hsian tsao juga digunakan sebagai obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan obat diuretik.

Baca juga: 8 Tips Mengatasi Bau Mulut yang Sering Timbul Saat Puasa

Seiring dengan tren global akan pangan fungsional, sejumlah penelitian tentang cincau hitam pun telah banyak dilakukan.

Beberapa kompoten aktif cincau yang memiliki nilai fungsional, di antaranya baik dari golongan polifenol, saponin, flavonoid, maupun alkaloid lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian, cincau memiliki nilai fungsional di antaranya, dapat menurunkan tekanan darah tinggi dari 215 mm/120 mm menjadi 160 mm/100 mm dalam waktu sebulan.

Manfaat tersebut juga bisa didapat dari konsumsi cincau hijau.

Farmakologi China dan pengobatan tradisional, mengungkap manfaat cincau hijau untuk antidemam, antiracun, dan bahkan bisa menurunkan tekanan darah tinggi.

Khasiat tersebut berasal dari unsur fitokimia yang terkandung di dalam cincau.

Tanaman tersebut mengandung karbohidrat yang dapat menyerap air, zat lemak (10 persen), alkaloid siklein, kardiolegium, tentradine, dan dimetil tenradine.

Selain itu, cincau juga mengandung polifenol, saponin, dan flavonoida yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Baca juga: Waspadai Efek Buruk Makan Mi Instan Saat Buka Puasa dan Sahur

5. Memerangi penyakit jantung

Di samping itu, ada 5,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel atau gelatin cincau yang dapat membantu memerangi penyakit degeneratif, seperti jantung koroner.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X