Kompas.com - 14/05/2020, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Mengonsumsi gorengan atau makanan yang digoreng menjadi favorit banyak orang Indonesia. Rasa yang dinilai nikmat pun membuat makanan yang digoreng ini disukai banyak orang.

Namun, tahukah Anda kenikamtan gorengan ternyata tak sebanding dengan efek sampingnya?

Melansir laman Healthline, makanan yang digoreng cenderung tinggi kalori dan lemak trans. Itu sebabnya, makanan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: Mengenal Histeria, Gangguan Psikologis yang Sering Disangka Kesurupan

Berikut faktor-faktor yang membuat gorengan buruk bagi kesehatan:

1. Kalori 

Makanan yang digoreng biasanya dilapisi adonan atau tepung. Proses penggorengan pun menggunakan minyak yang cukup banyak.

Inilah yang membuat makanan favorit sejuta umat ini mengandung lemak dan kalori tinggi. Padahal, mengonsumsi kalori terlalu tinggi bisa menyebabkan obesitas.

Misalnya, satu kentang panggang kecil (100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak. Tapi, kentang goreng dalam jumlah yang sama bisa mengandung g 319 kalori dan 17 gram lemak.

2. Lemak trans 

Makanan yang digoreng dalam minyak pada panas cenderung mengandung lemak trans. Padahal, lemak trans bisa menjadi pemicu banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas.

Minyak yang digunakan untuk menggoreng biasanya telah dipakai berkali-kali. Riset membuktikan setiap kali minyak digunakan kembali untuk menggoreng, kandungan lemak transnya meningkat.

3. Akrilamida 

Akrilamida adalah zat beracun yang dapat terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng, memanggang atau baking.

Zat ini terbentuk akibat reaksi kimia antara gula dan asam amino yang disebut asparagine.

Makanan bertepung seperti produk kentang goreng dan makanan yang dipanggang biasanya memiliki konsentrasi akrilamida yang lebih tinggi.

Paparan akrilamida dalam dosis tinggi bisa merusak dan menganggu sistem sarah serta memicu kanker.

Cara sehat menggoreng makanan

Meski makanan yang digoreng mengandung berbagai efek negatif pada kesehatan, bukan berarti kita harus menghindarinya.

Yang perlu kita lakukan adalah membuatnya sendiri di rumah agar kita bisa mengontrol bahan-bahan yang digunakan.

Baca juga: 5 Manfaat Tidur Telanjang yang Perlu Anda Ketahui

Kunci untuk membuat gorengan yang sehat adalah minyak yang kita gunakan. Pasalnya, jenis minyak yang digunakan untuk menggoreng sangat kandungan zat di dalam makanan.

Untuk kesehatan, pilihlah minyak yang tahan terhadap suhu tinggi seperti minyak yang terbuat dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal.

Minyak yang tahan terhadap suhu tinggi bisa mengurangi kadar akrilamida yang terbentuk.

Selain itu, jangan gunakan minyak untuk menggoreng berulang kali. Setiap selesai menggoreng, gunakan tisu untuk merendam kelebihan minyak dari makanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.