Kompas.com - 05/06/2020, 08:08 WIB
ilustrasi antioksidan shutterstockilustrasi antioksidan

KOMPAS.com - Antioksidan adalah zat penting untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh.

Melansir Healthline, radikal bebas adalah senyawa yang bisa berbahaya saat kadarnya berlebihan di dalam tubuh.

Senyawa ini bisa berlebih karena paparan polusi udara, asap rokok, konsumsi alkohol berlebihan, kadar gula darah dan lemak tak sehat tinggi, sampai infeksi kuman (bakteri, jamur, dan virus).

Ketika radikal bebas melimpah, tubuh bisa berisiko terkena penyakit diabetes, jantung, sampai kanker.

Baca juga: Antioksidan: Arti dan Manfaat bagi Tubuh

Pentingnya konsumsi makanan kaya antioksidan

Agar radikal bebas tidak melonjak di dalam tubuh, Anda bisa berupaya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan.

Konsumsi makanan mengandung antioksidan lebih disarankan ketimbang mengandalkan suplemen antioksidan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

6 Jenis Makanan yang Mengandung Antioksidan
Pola makan lengkap dengan buah, sayur, dan kacang-kacangan kaya antioksidan dapat menurunkan risiko penyakit kronis. Apa saja itu?
Bagikan artikel ini melalui

Seperti dilansir laman resmi Harvard T.H. Chan School of Public Health, suplemen antioksidan belum terbukti memberikan manfaat kesehatan.

Hal itu dipengaruhi sifat antioksidan yang cenderung efektif bekerja saat dikombinasikan dengan nutrisi lain.

Suplemen antioksidan yang ditawarkan acapkali hanya mengandalkan satu atau dua jenis zat tertentu.

Sementara antioksidan dari buah stroberi misalkan, bisa mengandung vitamin C sekaligus polifenol jenis proanthocyanin dan flavonoid.

Perbedaan jumlah dan jenis antioksidan tersebut bisa memengaruhi efektivitasnya.

Baca juga: Jenis Vitamin yang Disarankan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Berdasarkan studi epidemiologis, pola makan lengkap dengan buah, sayur, dan kacang-kacangan kaya antioksidan dapat menurunkan risiko penyakit kronis.

Terutama penyakit jantung, stroke, kanker, dan mencegah kematian akibat penyakit kronis.

Makanan yang mengandung antioksidan

Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.
Beberapa jenis makanan seperti kacang, biji-bijian, protein hewani, sayur, dan buah mengandung nutrisi bersifat antioksidan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Vitamin C

Brokoli, kubis Brussel, kembang kol, lobak, kale, paprika, ubi, kacang polong, bit, jeruk bali, melon, kiwi, lemon, jeruk, pepaya, stroberi, dan tomat.

  • Vitamin E

Kacang almond, alpukat, lobak, bit, kacang tanah, paprika merah, bayam, dan biji bunga matahari.

  • Karotenoid termasuk beta-karoten dan likopen

Aprikot, asparagus, bit, brokoli, blewah, wortel, paprika, kangkung, mangga, lobak, sawi hijau, jeruk, persik, jeruk bali, labu kuning, labu,bayam, ubi jalar, jeruk keprok, tomat, dan semangka.

Baca juga: Makanan yang Mengandung Vitamin C dan E

  • Selenium

Kacang Brazil, ikan, kerang, daging sapi, unggas, gandum, dan beras merah.

  • Seng

Daging sapi, unggas, tiram, udang, biji wijen, biji labu, buncis, lentil, kacang mede, dan sereal.

  • Senyawa fenolik (quercetin, katekin, resveratrol, asam coumaric, anthocyanin)

Apel, anggur merah, bawang merah, teh, coklat, beri, kacang, rempah-rempah, blueberry, dan stroberi.

Untuk melindungi diri dari penyakit kronis, imbangi konsusmi makanan yang mengandung antioksidan tersebut dengan gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan seimbang, hindari asap rokok, polusi, rajin olahraga, dan hindari begadang. 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.