Kompas.com - 11/06/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi pare Kompas.comIlustrasi pare

KOMPAS.com - Pare adalah buah yang dihasilkan dari tumbuhan Momordica charantia.

Sejumlah orang jamak mengolah pare untuk dihidangkan sebagai sayuran.

Ada juga yang menggunakan manfaat pare sebagai obat tradisional untuk mengatasi sakit perut, demam, batuk kronis, nyeri haid, dan gatal-gatal.

Tak hanya itu, beberapa penderita diabetes menggunakan jus pare untuk menurunkan kadar gula darah.

Baca juga: 5 Buah yang Aman Dimakan Penderita Diabetes

Pare dan diabetes

Melansir Diabetes.co.uk, pare jamak digunakan sebagai obat alami untuk diabetes tipe 2 karena mengandung beberapa zat antidiabetes.

Di antaranya charanti yang memiliki efek samping menurunkan kadar gula darah, vicine, dan senyawa mirip insulin yang dikenal sebagai polypeptide-p.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pare juga mengandung lektin yang bisa mengurangi konsentrasi gula darah. Cara kerja lektin, bisa menekan nafsu makan dengan mengendalikan jaringan perifer di otak.

Lektin dianggap sebagai faktor utama yang bertanggung jawab menurunkan kadar gula darah setelah mengonsumsi pare.

Baca juga: Penderita Diabetes Rentan Virus Corona, Begini Baiknya...

Penelitian manfaat pare untuk diabetes

ilustrasi pare ilustrasi pare
Melansir Healthline, pare bisa menurunkan gula darah karena memiliki zat aktif yang bekerja mirip insulin.

Zat tersebut membantu membawa glukosa ke dalam sel hati, otot, dan lemak untuk pasokan energi.

Pare juga dapat membantu tubuh mempertahankan nutrisi, dengan mencegah nutrisi diubah menjadi glukosa dan berakhir menumpuk dalam darah.

Kendati pare bisa menurunkan kadar gula darah, namun penggunaan pare belum direkomendasikan sebagai obat tradisional alami bagi penderita diabetes.

Pasalnya, beberapa penelitian yang meneliti manfaat pare untuk penderita diabetes masih membutuhkan riset lanjutan.

Baca juga: 5 Gejala Diabetes pada Anak, Tak Hanya Diderita Orang Tua

Laporan yang dipublikasikan di Cochrane Database of Systematic Reviews menyimpulkan, konsumsi pare untuk pasien diabetes tipe 2 memerlukan riset lanjutan terkait efek dan penggunaannya untuk terapi.

Sedangkan studi yang dirilis di Journal of Ethnopharmacology membandingkan efektivitas pare dan obat diabetes untuk mengontrol gula darah.

Hasilnya, pare memang bisa mengurangi kadar fruktosamin pada penderita diabetes tipe 2. Namun, efektivitasnya kalah dari obat diabetes.

Hingga kini belum ada petunjuk pasti berbasis riset terkait dosis atau takaran pas mengonsumsi pare bagi penderita diabetes.

Namun, sah-sah saja jika penderita diabetes ingin makan sayur pare atau minum jus par, asal tidak berlebihan. Pare dapat memberikan asupan vitamin, mineral, dan antioksidan.

Baca juga: Bolehkah Penderita Diabetes Minum Susu Full Cream?

Penderita diabetes konsumsi pare

Ilustrasi diabetesshutterstock Ilustrasi diabetes
Sebagai buah yang memiliki sifat sayuran, pare memiliki sejumlah nutrisi, yakni:

  • Vitamin C, A, E, B-1, B-3, dan B-9
  • Mineral kalium, kalsium, zinc, magnesium, fosfor, zat besi
  • Antioksidan fenol, flavonoid, dll.

Penderita diabetes yang ingin makan sayur pare atau minum jus pare perlu lebih cermat. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Konsumsi pare bersamaan dengan obat pengontrol gula darah dapat mengubah efektivitas obat hingga menimbulkan efek samping gula darah drop.

Sedangkan konsumsi pare berlebihan bisa menyebabkan diare, muntah, sakit perut, dan masalah pencernaan lain.

Batasi konsumsi pare maksimal seberat dua ons atau tak lebih dari dua buah pare per hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.