Kompas.com - 15/06/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi: menyusui, ibu menyusui ShutterstockIlustrasi: menyusui, ibu menyusui

KOMPAS.com - Selama ini ada anggapan, ibu menyusui dilarang minum kopi karena bisa memengaruhi sang buah hati.

Saat ibu menyusi minum kopi, bayinya disebut bisa susah tidur.

Anggapan tersebut kerap membuat para ibu menyusui gamang saat ingin minum kopi. Benarkah busui dilarang minum kopi?

Baca juga: 13 Makanan yang Bisa Jadi Booster ASI Bagi Ibu Menyusui

Ibu minum kopi berpengaruh pada bayi?

Sejumlah penelitian mengungkapkan, efek samping bayi diberi ASI dari ibu menyusui yang minum kopi.

Seperti dilansir NPR, peneliti dari Universidade Federal de Pelotas, Brazil, AS, pada 2012 mengamati 885 bayi yang diberi ASI dari ibu menyusui peminum kafein.

Ibu menyusui yang hidup di negara dengan budaya minum kopi itu umumnya mengonsumsi enam cangkir kopi espresso dalam sehari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil studi menunjukkan, urine bayi yang ibunya doyan minum kopi tidak mengandung kafein.

Baca juga: Ibu Menyusui Jangan Cemas Hasil ASI Perah Sedikit, Coba Tips Berikut

Dengan kata lain, riset yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics tersebut menyebut bayi tidak menyerap kafein dari ASI.

Melansir Medical News Today, pendapat serupa disampaikan pengarang buku Medications and Mothers Milk, Dr. Thomas Hale.

Hale menyebut hanya satu persen kafein yang terserap dalam ASI. Persentase tersebut terlalu kecil untuk memengaruhi bayi.

Merujuk riset dan pendapat tersebut, ibu menyusui minum kopi tidak membuat bayi susah tidur.

Baca juga: 5 Cara Menidurkan Bayi yang Susah Tidur

Batasi porsi kopi

Kendati ibu menyusui minum kopi tidak memengaruhi bayi, namun jumlah asupan kafein tetap perlu dibatasi.

Melansir laman resmi Baby Centre, American Academy of Pediatrics menyarankan ibu menyusui tidak mengonsumsi kopi lebih dari tiga cangkir sehari.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS juga menyebut, batas aman asupan kafein sehari adalah 300 miligram.

Ibu menyusui perlu mengingat-ingat, kafein tersebut tidak hanya kopi. Melainkan juga minuman berenergi, teh, cokelat, sampai cola.

Baca juga: MPASI Tunggal dan 4 Bintang, Mana yang Lebih Baik?

Waktu minum kopi

Terkait waktu, ibu menyusui yang ingin minum minuman berkafein seperti kopi disarankan mengonsumsinya sesaat setelah menyusui atau memompa ASI.

Ibu menyusui yang minum kopi memang disebut tidak membahayakan bayinya.

Namun, ada baiknya ketika minum kopi para ibu menyusui tetap memperhatikan bayinya.

Kadar kafein dalam ASI mencapai puncaknya selang satu sampai dua jam setelah dikonsumsi. Selama waktu tersebut, perhatikan respons bayi.

Beberapa bayi yang sensitif kafein bisa rewel atau gelisah ketika minum ASI dari ibu yang mengonsumsi terlalu banyak kafein.

Untuk meminimalkan risiko, ibu menyusui yang bayinya prematur atau punya kondisi medis tertentu tidak dianjurkan mengonsumsi kafein.

Agar lebih aman, ada baiknya setiap ibu menyusui yang ingin minum kopi berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.