Kompas.com - Diperbarui 11/10/2021, 08:27 WIB
Ilustrasi pria shutterstockIlustrasi pria

KOMPAS.com - Diabetes menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tidak memandang jenis kelamin.

Meski begitu, diabetes pada pria juga dapat memunculkan beberapa gejala yang cukup khas.

Apalagi jika kondisi diabetes tersebut tidak tertangani dengan baik.

Baca juga: 7 Penyebab Diabetes Tipe 2 pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Untuk diketahui, diabetes terjadi ketika tubuh tidak dapat cukup memproduksi insulin atau tidak bisa menggunakan insulin dengan maksimal.

Hal ini menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan memicu berbagai komplikasi serius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diabetes juga bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menyebabkan gangguan pada mata, ginjal, dan kulit.

Diabetes bahkan dapat mempengaruhi "kejantanan" pria. Kondisi ini pada tingkat lebih lanjut bisa menyebabkan disfungsi ereksi dan masalah urologis pada pria.

Menurut riset yang dilakukan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), pria lebih rentan mengalami diabetes daripada wanita.

Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau mengobati penyakit ini.

Gejala diabetes

Gejala awal diabetes sering tidak terdeteksi. Namun, gejala yang awal muncil biasanya berupa:

  • sering buang air kecil
  • kelelahan yang tidak biasa
  • penglihatan kabur
  • penurunan berat badan, bahkan tanpa diet
  • kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.

Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi pada kulit, mata, ginjal, dan saraf.

Berbagai riset telah menunjukan pria lebih rentan mengalami diabetes. Gejala diabetes yang rentan terjadi pada pria antara lain seperti berikut:

Baca juga: Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

1. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.

Kondisi ini bisa menjadi gejala dari banyak masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan kondisi peredaran darah atau sistem saraf.

Disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh stres, merokok, atau minum obat.
Pria penderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi.

Hal ini terjadi karena diabetes bisa merusak sistem saraf otonom dan menyebabkan masalah seksual.

Sistem saraf otonom mengontrol pelebaran atau konstriksi pembuluh darah.

Saat pembuluh darah dan saraf di penis terluka karena diabetes, hal ini bisa memicu disfungsi ereksi.

2. Ejakulasi retrograde

Pria penderita diabetes juga bisa mengalami ejakulasi retrograde. Kondisi ini terjadi ketika cairan semen yang dilepaskan ke kandung kemih.

Hal ini mengakibatkan cairan semen yang dikelaurkan saat ejakulasi menjadi lebih sedikit.

3.Masalah urologi

Masalah Urologi dapat terjadi pada pria dengan diabetes karena kerusakan saraf diabetes.

Hal ini bisa berupa kandung kemih yang terlalu aktif, ketidakmampuan untuk mengontrol buang air kecil, dan infeksi saluran kemih.

Baca juga: 10 Makanan yang Pantang bagi Penderita Penyakit Ginjal dan Diabetes

Faktor risiko dan cara mencegah

Banyak faktor yang mempengaruhi risiko diabetes pada pria, antara lain sebagai berikut:

  • gaya hidup merokok
  • kelebihan berat badan
  • malas olahraga
  • memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi
  • usia di atas 45 tahun.

Diabetes bisa dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi makanan sehat.

Selain itu, kita juga harus menghindari makanan kaya gula seperti minuman bersoda dan permen. Lakukan olahraga teratur untuk menyeimbangkan gola darah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.