Kompas.com - 25/07/2020, 10:35 WIB
Ilustrasi kista, kista ovarium ShutterstockIlustrasi kista, kista ovarium

KOMPAS.com - Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam atau sekitar indung telur.

Kendati sebagian jenis kista ovarium tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, ada beberapa jenis kista yang ganas dan bisa menimbulkan nyeri hebat.

Menghindari sejumlah makanan tertentu atau modifikasi diet memang tidak serta merta mengobati kista ovarium, namun beberapa makanan dapat memengaruhi perkembangannya.

Baca juga: Gejala Awal Kanker Ovarium yang Kerap Tak Disadari

Selain itu, pengaturan pola makan yang tepat juga bisa mengontrol sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS).

Penyakit sindrom ini ditandai dengan gejala menstruasi tidak teratur, obesitas, kadar hormon tidak normal, dan banyak kista ovarium kecil.

Penyebab kista ovarium

Kista ovarium bisa tumbuh di jaringan tubuh wanita karena beberapa hal. Seperti dilansir dari Women's Health, penyebab kista ovarium biasanya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Hormon: masalah hormon bisa memicu kista fungsional. Jenis ini bisa hilang sendiri tanpa pengobatan
  • Endometriosis: penderita endometriosis berpotensi memiliki kista ovarium jenis endometrioma. Kista ini membuat penderitanya mengalami nyeri saat berhubungan seks dan menstruasi
  • Kehamilan: kista ovarium jamak berkembang di awal kehamilan untuk membantu mendukung kehamilan sampai plasenta terbentuk. Terkadang kista perlu diangkat atau dioperasi
  • Infeksi panggul: infeksi yang tidak ditangani bisa menyebar ke ovarium sampai tuba fallopi dan memicu terbentuknya kista.

Baca juga: Bisakah Kista Ovarium Berkembang Menjadi Kanker Ovarium?

Makanan penyebab kista ovarium makin parah

Ilustrasi daging merah dan daging putih. Ilustrasi daging merah dan daging putih.
Melansir Live Strong, nutrisi atau asupan gizi dapat memengaruhi fungsi ovarium dan hormon pengontrol sistem reproduksi.

Tak pelak, pengaturan pola makan sering jadi bagian dari cara mengobati kista ovarium.

Beberapa orang menyebut diet nabati, diet makanan mentah, terapi herbal, sampai cuka apel bisa jadi obat kista ovarium secara alami.

Namun, sampai saat ini tidak ada bukti klinis beberapa bahan makanan tersebut efektif mengatasi kista ovarium.

Hingga kini, cara paling efektif mengatasi kista ovarium masih mengandalkan terapi obat dan operasi.

Sementara itu, beberapa studi menunjukkan, mengonsumsi makanan tertentu bisa meningkatkan risiko kista ovarium makin parah.

Bebeberapa jenis makanan penyebab kista ovarium makin parah di antaranya daging merah dan keju.

Baca juga: Kista Ovarium: Jenis, Gejala, Komplikasi

Sedangkan studi di European Journal of Obstetrics, Gynecology and Reproductive Biology (2003) menyebut, sayuran hijau potensial melindungi tubuh dari bahaya kista ovarium.

Bagi penderita PCOS yang tubuh penderitanya tumbuh banyak kista kecil, cara mengendalikan penyakitnya bisa mencegah asupan kalori berlebihan dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.

Selain itu, penderita juga disarankan untuk makan lebih banyak serat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah, dan sayur.

Jika Anda merasa memiliki kista ovarium, segera konsultasi ke dokter.

Segera cari perawatan medis apabila Anda mengalami pendarahan setelah berhubungan intim, kerap sakit perut, pusing, pingsan, atau mengalami pendarahan di luar jadwal haid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.