Kompas.com - 25/07/2020, 19:32 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Stres adalah cara alami tubuh membuat seseorang tetap waspada, tejaga, dan siap menghadapi suatu ancaman atau bahaya.

Dalam dosis kecil, stres memang bisa bermanfaat. Stres bisa membantu memotivasi dan mendorong seseorang mencapai tujuan.

Namun, terlalu banyak stres bisa membuat seseorang susah konsentrasi, susah tidur, dan membuat putus asa.

Baca juga: Stres Bisa Memicu Jerawat, Begini Baiknya

Melansir Web MD, terlalu banyak paparan stres atau stres kronis bisa menyebabkan depresi bagi kelompok rentan.

Bagi beberapa orang stres yang berujung depresi bisa dipicu peristiwa seperti menikah atau memulai pekerjaan baru.

Kendati demikian, sekitar 10 persen penderita mengalami depresi tanpa dipicu kejadian pemicu stres.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Bagaimana Stres Bisa Memicu Depresi?
Stres dan depresi memiliki perbedaan mendasar. Kendati berbeda, keduanya berkaitan. Stres kronis dan berkepanjangan bisa memicu depresi.
Bagikan artikel ini melalui

Penyebab depresi yang tidak didasari stres tersebut bisa karena faktor genetika atau masalah kimia di otak.

Lantas, bagaimana mengetahui seseorang mengalami stres atau depresi?

Baca juga: Musik Bisa Hilangkan Stres, Bagaimana Caranya?

Perbedaan stres dan depresi

Melansir Mental Health America, stres maupun depresi sama-sama dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, maupun emosional.

Namun terdapat perbedaan yang mendasar. Gejala depresi biasanya lebih intens dan bertahan lebih dari dua minggu.

Depresi bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem seperti sangat sedih, putus asa, lelah, dan tidak berdaya.

Berikut ciri-ciri stres secara umum:

  • Susah tidur
  • Merasa kewalahan
  • Gampang lupa atau ada kendala memori
  • Susah berkonsentrasi
  • Ada perubahan kebiasaan makan
  • Gugup atau cemas
  • Gampang marah, mudah tersinggung, atau mudah frustrasi
  • Mudah emosi saat mengerjakan sesuatu yang sederhana
  • Merasa tidak bisa mengatasi kesulitan hidup
  • Aktivitas pribadi terganggu

Baca juga: 6 Ciri-ciri Depresi yang Tampak pada Aktivitas Sehari-hari

Sementara itu, ciri-ciri depresi secara umum di antaranya:

  • Menarik diri dari orang lain
  • Merasa sedih dan putus asa
  • Tidak berenergi, gairah hidup, dan motivasi
  • Susah membuat keputusan
  • Gelisah dan mudah tersinggung
  • Makan jadi lebih banyak atau sedikit ketimbang biasanya
  • Tidur jadi lebih banyak atau sedikit ketimbang biasanya
  • Susah berkonsentrasi
  • Gampang lupa atau punya masalah memori
  • Merasa buruk tentang diri sendiri
  • Hobi menyalahkan diri sendiri
  • Mudah marah
  • Merasa tidak berdaya menghadapi kesulitan hidup
  • Ada pikiran untuk mengakhiri hidup

Baca juga: Beda Baby Blues dan Depresi Pascamelahirkan

Bagaimana stres bisa memicu depresi?

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Stres kronis karena merawat orangtua penderita alzheimer, kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, putus cinta dapat menyebabkan depresi berat pada orang yang rentan.

Stres yang intens dapat memicu peningkatan hormon kortisol atau hormon stres. Selain itu, stres juga bisa mengurangi produksi serotonin dan dopamin yang bisa memicu depresi.

Ketika zat kimia di otak tersebut bekerja secara normal, hormon mengatur proses biologis seperti tidur, nafsu makan, energi, dan dorongan seks, dan mengekspresikan suasana hati.

Namun, ada kalanya respons stres gagal dimatikan dan direset setelah situasi sulit berlalu. Kondisi ini dapat memicu depresi pada kelompok rentan.

Beragam kehilangan seperti kepergian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, bencana alam, peristiwa traumatis, penyakit kronis adalah faktor risiko utama penyebab depresi.

Bersedih merupakan respons normal dan sehat menghadapi kehilangan. Tapi, jika berlangsung terlalu lama dapat memicu depresi.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Depresi secara Alami dengan Olahraga

Hubungan erat antara stres dan depresi

Hubungan antara stres dan depresi kompleks dan saling berkaitan. Orang yang stres sering mengabaikan praktik gaya hidup sehat.

Mereka umumnya mencari pelarian dengan merokok, minum alkohol, sampai mengabaikan olahraga teratur.

Begitu kehilangan seuatu yang berharga, seseorang cenderung stres dan terpukul.

Tak jarang mereka juga menarik diri dari lingkar sosial. Seperti diketahui, lingkar sosial adalah jaring pengaman dari depresi.

Apabila Anda saat ini sedang bergelut dengan stres yang intens, baiknya segera mencari solusi agar tidak berkembang menjadi depresi.

Jika kondisinya sudah mengarah kepada depresi, segera minta bantuan tenaga kesehatan mental.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gangguan Penyimpanan Lisosom

Penyakit
3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

Health
Pusar Bau

Pusar Bau

Penyakit
4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

Health
Kuku Kaki Bergelombang

Kuku Kaki Bergelombang

Penyakit
9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

Health
Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Health
9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

Health
Infeksi Virus

Infeksi Virus

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.