Kompas.com - 20/08/2020, 21:06 WIB
Ilustrasi impotensi shutterstockIlustrasi impotensi

KOMPAS.com - Impotensi seringkali menghantui para pria, terutama ketika usia semakin brtambah.

Tentunya, hal ini akan mempengaruhi fungsi seksual mereka. Padahal, kehidupan seksual juga menjadi kunci penting dalam kehidupan berumah tangga.

Meski impotensi merupakan bagian dari penuaan, tak jarang pria muda juga mengalami hal ini.

Ada berbagai faktor yang bisa memicu impotensi di kalangan pria, termasuk gangguan emosional dan fisik.

Selain berdampak negatif pada kehidupan seks, impotensi juga dapat menyebabkan depresi, stres, dan kurangnya rasa percaya diri.

Baca juga: Mengapa Merokok Bisa Sebabkan Impotensi?

Untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut, kita tentu harus mencari tahu berbagai faktor yang memicu impotensi.

Melansir laman Healthline, berikut berbagai hal yang bisa memicu impotensi:

1. Gangguan endokrin

Sistem endokrin tubuh menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, reproduksi, suasana hati, dan sejenisnya.

Diabetes adalah salah satu contoh penyakit endokrin yang dapat menyebabkan pria mengalami impotensi.

Diabetes memengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin.

Salah satu komplikasi yang terkait dengan diabetes kronis adalah kerusakan saraf, yang turut sensitivitas padaorgan intim.

Komplikasi lain yang terkait dengan diabetes antara lain gangguan aliran darah dan kadar hormon. Kedua faktor ini juga dapat menyebabkan impotensi.

2. Gangguan saraf atau neurologi

Beberapa kondisi neurologis dapat meningkatkan risiko impotensi. Pasalnya, kondisi saraf memengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi, yang bisa mencegah pria mencapai ereksi.

Gangguan neurologis yang bisa memicu impotensi antara lain:

  • penyakit Alzheimer
  • penyakit Parkinson
  • tumor otak atau tulang belakang
  • multiple sclerosis (MS)
  • stroke
  • epilepsi lobus temporal.

3. Efek samping obat

Mengonsumsi obat tertentu dapat memengaruhi aliran darah yang memicu impotensi.

Contoh obat-obatan yang bisa memicu impotensi antara lain:

  • penghambat alfa-adrenergik, termasuk tamsulosin (Flomax)
  • beta-blocker, seperti carvedilol (Coreg) dan metoprolol (Lopressor)
  • obat kemoterapi kanker, seperti simetidin (Tagamet)
  • depresan sistem saraf pusat (SSP), seperti alprazolam (Xanax), diazepam (Valium), dan kodein
  • Stimulan SSP, seperti kokain dan amfetamin
  • diuretik, seperti furosemide (Lasix) dan spironolactone (Aldactone)
  • Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac) dan paroxetine (Paxil)
  • hormon sintetis, termasuk leuprolida (Eligard).

Untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut kita harus berkosultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Baca juga: Tak Hanya Menyenangkan, Seks Juga Punya 5 Manfaat Kesehatan Berikut

4. Kondisi terkait jantung

Kondisi yang mempengaruhi jantung dan kemampuannya memompa darah dengan baik bisa menyebabkan impotensi.

Tanpa aliran darah yang cukup ke penis, pria tidak dapat mencapai ereksi. Contoh gangguan jantung yang bisa memicu impotensi antra lain sebagai berikut:

  • aterosklerosis atau suatu kondisi yang menyebabkan pembuluh darah tersumbat
  • kolesterol tinggi
  • hipertensi.

5. Gaya hidup dan gangguan emosional

Gangguan emosional juga bisa menghambat pria untuk mencapai ereksi. Contoh gangguan emosional yang bisa memicu impotensi antara lain depresi dan kecemasan.

Penyalahgunaan obat-obatan seperti kokain dan amfetamin juga dapat menyebabkan impotensi.

Selai itu, konsumsi alkohol berlebihan juga bisa mempengaruhi kemampuan pria untuk mencapai ereksi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Tetanus
Tetanus
PENYAKIT
Chancroid
Chancroid
PENYAKIT
Limfangitis
Limfangitis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.