Kompas.com - 24/08/2020, 06:03 WIB
Ilustrasi anak obesitas ShutterstockIlustrasi anak obesitas

KOMPAS.com - Obesitas adalah masalah kesehatan kronis yang bisa mengurangi kualitas hidup penderitanya.

Tak hanya memengaruhi kualitas hidup, obesitas dapat menyebabkan penyakit jantung, seperti gagal jantung, fibrilasi atrium, dan penyakit jantung koroner.

Menurut Kementerian Kesehatan, obesitas didefinisikan sebagai penumpukan lemak berlebih karena ketidakseimbangan asupan energi yang masuk dengan tenaga yang dikeluarkan.

Penentuan status obesitas seseorang diukur lewat Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI).

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Cara mengetahui BMI dengan membagi berat badan (satuan kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (satuan meter).

Misalkan seseorang memiliki berat badan 53 kilogram dan tinggi badan 158 sentimeter, besar BMI-nya adalah 53 dibagi (1,58x1,58) = 21,2.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seseorang dikatakan obesitas apabila status gizi BMI-nya lebih dari 30.

Berikut penjelasan mengapa obesitas dapat meningkatkan faktor risiko atau peluang seseorang menderita penyakit jantung.

1. Memengaruhi kadar kolesterol

Dilansir dari Penn Medicine, obesitas dapat menyebabkan penyakit jantung karena pengaruh kolesterol.

Obesitas dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida melonjak.

Di sisi lain, obesitas juga bisa menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Sebagai informasi, kolesterol HDL penting untuk menyingkirkan kolesterol jahat dari tubuh dan mencegah penyakit jantung.

Baca juga: Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung, Bagaimana Baiknya?

2. Menaikkan tekanan darah

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
Penderita obesitas membutuhkan darah lebih banyak ketimbang orang dengan berat badan normal.

Darah tersebut digunakan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Dengan kebutuhan darah yang lebih banyak, praktis tekanan untuk menggerakkan darah juga meningkat, sehingga tekanan darah ikut melonjak.

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab umum serangan jantung. Risikonya jadi lebih tinggi pada penderita obesitas.

3. Memicu diabetes

Penderita obesitas memiliki risiko lebih besar terkena diabetes. Seperti diketahui, diabetes adalah biang utama penyebab penyakit jantung.

Menurut American Heart Association, sebanyak 68 persen penderita diabetes di atas 65 tahun memiliki penyakit jantung.

Sedangkan bagi penderita diabetes bukan dari kalangan lansia, risiko terkena penyakit jantung bisa naik dua sampai empat kali lipat lebih tinggi apabila memiliki diabetes.

Baca juga: Sakit Dada Tak Selalu Tanda Penyakit Jantung, Berikut Ciri-cirinya

4. Meningkatkan risiko sleep apnea

Ilustrasi penggunaan CPAP pada pasien sleep apneaCPAP Ilustrasi penggunaan CPAP pada pasien sleep apnea
Dilansir dari Everyday Health, penderita obesitas jamak mengalami masalah tidur apnea (sleep apnea).

Masalah tidur apnea dapat membuat seseorang berhenti bernapas selama beberapa kali saat tidur.

Sleep apnea dapat memicu tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

5. Memperparah peradangan

Peradangan dapat meningkatkan risiko terkena penyempitan pembuluh darah dan penumpukan plak di dinding arteri jantung.

Ahli menyebut, sifat obesitas mirip pecahan kaca di dalam pembuluh darah manusia.

Obesitas dapat melepaskan zat dalam darah yang bisa membuat plak pecah dan memicu serangan jantung.

Baca juga: Jenis dan Ciri-ciri Penyakit Jantung

6. Membebani kinerja jantung

Ilustrasi serangan jantungshutterstock Ilustrasi serangan jantung
Kelebihan berat badan dari obesitas memaksa jantung bekerja lebih keras ketimbang orang dengan berat badan normal.

Bobot tubuh ekstra membuat jantung stres atau mengalami tekanan, terutama selama fase relaksasi dari siklus jantung atau diastole.

Kondisi stres jantung yang berlangsung terus-menerus lambat laun bisa memicu gagal jantung.

Penderita obesitas baiknya mulai menurunkan berat badan sebagai cara menghindari penyakit jantung.

Baca juga: 7 Beda Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

Salah satu langkahnya, bisa dengan mulai memperbaiki pola makan dan membangun rutinitas olahraga.

Jaga pola makan dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, biji-bijian, susu rendah lemak, ikan, dan kacang-kacangan.

Hindari gorengan, tambahan gula, makanan olahan, dan makanan yang diawetkan.

Kombinasikan pola makan sehat tersebut dengan latihan aerobik dan latihan angkat beban untuk mengurangi massa otot sekaligus mengurangi lemak tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.